Arti Motif Batik : Batik Parang Rusak, Kandung Makna Perang

0 110

Batik Parang Rusak mengandung makna perang atau menyingkirkan nafsu jahat, keburukan dan semua hal yang merusak. Diyakini motif ini diciptakan oleh Panembahan Senopati, tetapi juga ada yang meyakini motif parang rusak diciptakan oleh Sultan Agung Hanyakrakusuma. Motif Parang Rusak terdiri dari ornamen lidah api (uceng) sebagai simbol nafsu amarah, dan ornamen Mlinjon atau Blumbangan sebagai simbol air dan nafsu Supiyah yang selalu mengajak kepada kebaikan.

Adapun komposisi miring 45 derajat menandakan kesigapan gerak cepat. Motif batik Parang Rusak termasuk salah satu motif batik larangan, yaitu motif batik yang dulunya terlarang untuk dipakai selain oleh Raja dan Keluarga, para bangsawan dan Abdi Dalem. Sesuai aturan Pranata Dalem tahun 1927 di Yogyakarta. Motif batik larangan lainnya adalah motif Semen Gedhe, Sawat Ageng, Udan Liris dan Rujak Senthe. Namun pada masa Sri Sultan Hamengkubuwomo IX, maka motif batik larangan bebas diperbolehkan untuk dipakai oleh seluruh lapisan masyarakat luas di luar dinding Keraton. Di dalam lingkungan Kraton Yogyakarta, ketentuan batik larangan masih tetap berlaku.

Source instagram.com instagram.com/p/7zI85eI6S8/?hl=id&taken-by=bacabatik
Comments
Loading...