Aplikasi Proses Batik Pada Bahan Kulit : Batik Kulit

0 372

Aplikasi Proses Batik Pada Bahan Kulit : Batik Kulit

Batik di Indonesia saat ini masih menjadi pilihan berbusana dan juga semakin di kenal di berbagai belahan dunia. Berbagai kreasi mulai dari warna, motif, serta bahan yang berkualitas, batik Indonesia disukai dan dipuja oleh seluruh dunia. Batik Indonesia sangat berkualitas tinggi, tidak hanya indah dipandang, tetapi juga nyaman saat dipakai. Sekarang ini, trend batik tidak hanya untuk pakaian. Sepatu, dompet, dan tas dikreasikan sedemikian rupa dengan penambahan kain batik, sehingga barang tersebut terlihat lebih unik dan menarik. Selain eksplorasi bentuk dan desain batik pada fashion, bahan dan media untuk membatik juga dikembangkan, misalnya batik kulit.

Dilihat dari segi pembuatannya, batik bisa dibedakan menjadi empat, yaitu batik tulis, batik cap, batik print, dan batik lukis. Dari keempat proses pembuatan tersebut bisa diaplikasikan pada kulit. Untuk jenis kulit yang digunakan, para pengrajin biasanya menggunakan kulit domba dan sapi.

Proses pembuatan batik kulit yaitu diawali dengan menyiapkan bahan kulit. Bahan kulit yang digunakan yaitu kulit mentah dan kulit split. Kulit mentah merupakan kulit yang langsung digunakan untuk proses pembuatan kerajinan kulit tanpa proses kimiawi. Sedangkan kulit split merupakan kulit yang sudah melalui proses kimiawi di pabrik ataupun tempat lainnya.

Proses selanjutnya yaitu pengolahan kulit, kulit direndam dengan menggunakan air selama satu hari hingga lunak. Kemudian direntangkan dengan menggunakan tali dan pigura kayu yang kuat. Selanjutnya, kulit tersebut dijemur dibawah terik matahari sampai kering. Kulit yang sudah kering segera ditipiskan dengan cara dikerok. Bagian yang dikerok adalah bagian rambut, dan sisa-sisa daging yang masih melekat di bagian dalam. Kulit dikerok dengan menggunakan pisau. Kulit bagian dalam dikerok terlebih dahulu dan lebih banyak dikurangi agar diperoleh kulit yang berkualitas. Setelah itu, baru dilanjutkan pengerokan kulit bagian luar, yang hanya sedikit karena bila dilakukan pengurangan terlalu banyak maka kulit yang dihasilkan akan menjadi mudah patah bila dilipat. Pada bagian ini hanya dihilangkan rambut-rambutnya saja dan dibersihkan dengan air. Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk mempermudah pengerokan, seperti merendam kulit dengan air mendidih, dan dengan menggunakan air kapur sebelum direntangkan. Torehan pisau pada proses pengerokan hanya dilakukan satu arah dari atas ke bawah. Setelah kulit ditipiskan, sisa-sisa kerokan dibersihkan dengan air dan bagian yang dikerok dihaluskan dengan amplas. Selanjutnya, dijemur pada terik matahari hingga kering secara merata.

Setelah kering, langkah selanjutnya mulai membentuk desain batik yang akan dibuat pada permukaan kulit yang akan dibatik. Desain batik bisa dipilih sesuai selera, bisa motif batik tardisional, modern, kontemporer maupun abstrak. Proses pembatikannya sama dengan proses membatik pada kain batik. Dari proses mencanting, mewarna hingga melorod. Bahan pewarnanya pun juga sama dengan pewarna tekstil untuk kain.

Bahan kulit tersebut baru dibuat produk fashion seperti tas, sepatu, sandal, ikat pinggang, gelang, dan lain sebagainya. Kerajinan batik kulit ini memiliki kisaran harganya mulai dari puluhan ribu hingga jutaan rupiah. Selain bisa tampil gaya sekaligus melestarikan warisan budaya bangsa.

Source Aplikasi Proses Batik Pada Bahan Kulit : Batik Kulit Batik Kulit
Comments
Loading...