Anto Gondrong : Batik Nyeleneh dari Tarakan

0 97

Anto Gondrong: Batik Nyeleneh dari Tarakan

Sebutan untuk batik boleh sama namun ‘Batik Pakis Asia’ karya Anto Gondrong memiliki keunikan tersendiri. Itu juga diakui oleh sejumlah pengunjung pameran kerajinan yang mampir ke stan Anto lantaran melihat batik khas Tarakan, Kalimantan Utara, menampil suatu yang berbeda dibanding batik lain yang juga dipamerkan dalam event itu. Tapi diakui Anto, memang kalau dibanding dengan Batik Jawa yang dibuat berdasarkan pakem, batiknya memang terlihat aneh dan terkesan ‘nyeleneh’. Batik Jawa, tambahnya, soft, lembut, dan  teratur. Beda dengan batiknya, yang menampilkan warna-warna yang ‘kuat’ dan tegas. “Orang yang mampir ke mari bilang batik khas Tarakan karya saya,  beda, baik dari motif maupun warna. Katanya perbedaannya sangat mencolok, Batik ‘Nyeleneh’ tapi mereka (customer) ternyata banyak yang suka,” ucap Anto sembari menyebut dalam pameran kali ini hampir seluruh produk yang dibawanya dari Kalimantan Utara laku terjual. “Ini tinggal sisa-sisa saja,” tambahnya sembari menunjuk beberapa produk tersisa, sementara sebagian besar raknya sudah terlihat kosong.

Menurut Anto yang menjadi satu-satunya perwakilan Kalimantan Utara yang berpameran, dia membawa  cukup banyak produk, baik itu berupa kain batik, baju, tas, kaos dan berbagai pernak-pernik bermotif batik. “Semua produk yang saya bawa bermotif batik khas Borneo,” tambahnya. Lelaki yang memulai kiprahnya sebagai pelukis media kanvas ini mengaku pamerannya di Jakarta tergolong sukses. Padahal, tambahnya, saat pameran begitu banyak pelaku UKM yang juga menjual produk yang sama dengannya yakni kain batik. Para pembeli tertarik karena dirinya menyajikan motif batik yang berbeda dari biasanya. Karenanya, meski harga selembar kain sekitar Rp. 350 ribu – Rp. 450 ribu, para pengunjung tak keberatan membayarnya.

Anto mengaku sengaja menampilkan warna-warna yang kuat dan berani. “Ini ada filosofinya lho. Warna-warna kuat ini menggambarkan tentang watak orang Kalimantan yang keras dan tegas,” ujar Anto sembari menambahkan semua motif yang digambarkan memiliki makna. Sebagai pelukis dia bukan sekadar melukis batik tapi selalu menyelipkan pesan dalam lukisannya. Batiknya bisa ‘bercerita’, begitu katanya, sembari menjelaskan beberapa motif batik yang dilukisnya.

Tak heran kenapa Anto begitu getol mengangkat kekhasan budaya Kalimantan. Pasalnya, dia bukan saja pengusaha batik tapi juga merupakan tokoh pelestari budaya setempat. Atas kiprahnya dalam bidang lingkungan hidup dan pelestarian budaya, Anto telah menggondol sejumlah penghargaan baik dari dalam maupun luar negeri. Untuk diketahui Borneo adalah sebutan lain dari Pulau Kalimantan. Pulau ketiga terbesar di dunia itu terletak tiga wilayah negara yakni sebagian masuk wilayah Indonesia (Kalimantan), sebagian lagi masuk wilayah Malaysia (Sabah dan Serawak) dan Brunai Darusalam. Nah di jaman dulu orang menyebut keseluruhan pulau itu sebagai Borneo.

Source http://www.cybertokoh.com/ http://www.cybertokoh.com/news/2017/04/04/4945/anto-gondrong-batik-nyeleneh-tarakan.html
Comments
Loading...