Antik Subagyo, Kurangi Pengangguran Dengan Batik Druju

0 34

Antik Subagyo, Kurangi Pengangguran Dengan Batik Druju

Antik Subagyo, warga Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, sangat mencintai batik bahkan sejak masih belia.

Alumni STIE Surabaya itu mengembangkan batik sejak 21 tahun lalu. Batik Druju namanya. Kini, kain tersebut menjadi kerajinan khas Kabupaten Malang dengan ciri khusus motif sinar dan dominasi warna hitam dan putih. Motif khas batik Druju yang terinspirasi dengan alam ini sudah mengantongi 10 hak paten.

Bukan hanya hobi batik dan mengembangkan usaha, Antik juga memberdayakan masyarakat sekitar untuk bekerja di butik dan workshop miliknya di Desa Druju. Total sudah ada 40 warga yang diberdayakannya dan bekerja di UMKM miliknya.

Tugas mereka beragam, mulai menggambar pola desain yang akan digunakan, membatik, menjahit hingga menjadikannya sepotong busana atau selembar kain. “Kami memang memberdayakan warga kampung. Sedikit banyak bisa mengurangi pengangguran,” kata Antik kepada jawapos.com, saat ditemui di rumah sekaligus butik dan workshopnya.

Pemberdayaan masyarakat ini baru dilakukan sejak tujuh tahun lalu. Sebelumnya, mereka menggunakan tenaga siap pakai dari Madura dan Pekalongan. Pasalnya, warga dari kedua daerah itu lebih akrab dalam hal menggoreskan canting untuk proses batik.

Baru kemudian, para warga diberi pelatihan oleh Antik mengenai seluk beluk batik. Sejak awal proses pola, nyolet alias menebali pola dengan warna tertentu, canting atau menggoreskan lilin ke kain yang sudah digambar, celup hingga proses lorot alias meluruhkan lilin. “Baru tujuh tahunan kami memberdayakan warga sekitar. Hasilnya banyak yang berminat dan memuaskan,” imbuhnya.

Sampai sekarang, Antik yang karyanya sudah sampai ke pusat mode dunia, Prancis, masih memberikan pelatihan gratis bagi warga. Warga yang berminat pun semakin banyak. “Semoga bermanfaat. Doa mereka juga yang membuat usaha kami semakin berkembang,” ucapnya.

Batik Druju produksi Antik ini sudah menembus pasar internasional. Diantaranya, Hongkong, Amerika Serikat, Prancis dan beberapa negara tetangga lainnya.

Di dalam negeri sendiri, pelanggan batik Druju hingga kalangan artis dan pejabat. Sebut saja pasangan artis Anang dan Ashanty. Belum lagi pejabat mulai dari menteri dan beberapa pesohor negeri lainnya. “Pokoknya ada saja dari mereka (kalangan pejabat),” tutur Antik tanpa menyebutkan nama pelanggannya satu persatu.

Sementara itu, Prastyono, salah satu karya Antik menjelaskan, sudah sekitar tujuh tahun dia bekerja di Batik Druju. Tugasnya adalah menggambar pola. Sebelumnya, Prastyono merupakan buruh bangunan dan pekerja serabutan kasar. Namun setelah bekerja di Batik Druju, dia merasa kehidupannya membaik.

Prastyono bercerita, awalnya tidak bisa menggambar pola batik dengan bagus. Namun dia kemudian diberi pelatihan di Batik Druju hingga mahir. “Mungkin setahun belajar, alhamdulilah sekarang sudah baik,” tuturnya

Lalu, pembatik perempuan, Tika mengaku juga diberi pelatihan dan bekal membatik oleh Antik. “Awalnya ya ibu rumah tangga saja,” cetusnya sambil tetap membatik.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/jpg-today/11/11/2017/antik-subagyo-kurangi-pengangguran-dengan-batik-druju
Comments
Loading...