Ambar Sriningsih Mengangkat Harkat Batik Bayat

0 90

Ambar Sriningsih Mengangkat Harkat Batik Bayat

Kecamatan Bayat merupakan salah satu kecamatan di kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Daerah ini dikenal sebagai sentra pengrajin batik tulis sejak abad ke-17. Batik Bayat terkenal kehalusannya dengan proses pewarnaan yang sempurna, dengan proses pengerjaannya yang sangat ketat untuk mendapatkan hasil yang khas. Hampir setiap penduduk di wilayah Bayat menjadikan batik sebagai mata pencahariannya. Salah satunya adalah Ambar Sriningsih, seorang pengrajin yang tertarik untuk mengembangkan hasil warisan budaya ini. Dengan ketersediaan bahan baku dan dukungan tenaga kerja yang memadai, serta peluang pasar yang terbuka luas, menjadi daya tarik Ambar untuk menekuni bisnis ini. Namun salah satu dorongan kuat Ambar adalah kepeduliannya untuk turut melestarikan dan mengenalkan batik kepada masyarakat luas.

Awalnya Ambar rajin memposting foto produk batik di sosial media. Hasil postingan itu ternyata menarik bagi teman-teman di berbagai daerah. Meski saat itu Ambar belum memproduksi sendiri, namun sudah banyak pesanan yang berdatangan. Untuk memenuhi pesanan yang semakin banyak, akhirnya Ambar memutuskan untuk memproduksi sendiri dengan merek batik tulis “Ambar HR”, dengan modal awal sebesar Rp. 50 juta. Langkah awal itu makin menunjukkan titik terang.

Lebih lagi dengan dukungan pemerintah setempat yang sering mengadakan pembinaan pelatihan, pameran atau kelompok-kelompok pengrajin yang sering berdiskusi terkait motif dan pemasarannya. Untuk masalah pemasarannya, Ambar tetap mengandalkan memdia sosial, selain menjual langsung melalui beberapa showroom miliknya. Showroom milik Ambar hampir tak pernah sepi dikunjungi oleh konsumen, baik yang hanya mencari oleh-oleh maupun pelanggan yang membeli dalam partai besar. Calon konsumen selalu berdatangan dari berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Surakarta, Semarang, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sumatera.

Batik “Ambar HR” memiliki berbagai jenis seperti “lutik” atau lurik batik, dengan varian lurik cap dan tulis, batik cap dan tulis, serta batik kontemporer. Untuk kain lembaran dijual antara Rp. 90 ribu hingga Rp. 300 ribu. Sementara untuk pakaian jadi untuk anak-anak sampai dewasa, bekisaran antara Rp. 50 ribu hingga Rp. 450 ribu. Dalam melayani konsumen Ambar selalu menerapkan konsep customer satisfaction atau kepuasan pelanggan. Dia selalu meminta saran dan kritik dari pelanggannya agar mereka menjadi pelanggan yang loyal. Total omset per bulan sudah di atas Rp. 150 juta, dengan keuntungan bersih sekitar Rp. 25 juta per bulan. Dengan berkembangnya usaha ini, Ambar sudah membantu mengangkat ekonomi masyarakat setempat yang memang merupakan salah satu tujuannya dalam berwirausaha.

Source http://www.ayopreneur.com/ http://www.ayopreneur.com/domestic-womenpreneur/ambar-sriningsih-mengangkat-harkat-batik-bayat
Comments
Loading...