Alasan Desainer Senior Edward Hutabarat Minder Ciptakan Motif Batik Baru

0 76

Eksis sejak 35 tahun lalu, Edward Hutabarat bukan pemain baru di ranah mode Tanah Air. Meski kerap mengeksplor keragaman batik, Edward Hutabarat enggan menciptakan motif baru atas nama komersialisasi.

Edo, begitu Edward akrab disapa, berkesempatan menampilkan batik di kantor pusat UNESCO, organisasi PBB yang mengurusi pendidikan dan kebudayaan, di Paris, awal Juni mendatang. Tak sendiri, Edo juga berangkat bersama dua juniornya, desainer Oscar Lawalata dan Denny Wirawan.

Bagi Edo sendiri, acara yang bertajuk ‘BATIK FOR THE WORLD’ itu adalah sebuah kesempatan emas untuk memperkenalkan batik ke panggung dunia. Lewat keindahan batik, Edo juga ingin membuktikan bahwa Indonesia adalah ‘the masterpiece of God’.

Hampir dua dekade lebih Edo bergelut dengan berbagai jenis batik yang umumnya berasal dari Jawa. Salah satu momen yang paling berkesan terjadi saat ia bertamu ke rumah maestro batik Go Tik Swan di Solo, Jawa Tengah, beberapa tahun lalu.

Ia terkagum dengan dua lembar kain batik sawunggaling bernuansa biru dan ungu yang tengah digantung. Batik tersebut rupanya merupakan karya terakhir Go Tik Swan sebelum wafat November 2008 silam dalam usia 77 tahun.

Dalam perjalanannya bersama batik, Edo pun turut mendalami filosofi di baliknya. Pria berdarah Batak ini akhirnya memahami bahwa batik lahir dari sebuah proses yang sakral.

Karena itu pula, Edo mengaku enggan menciptakan motif batik baru, karena tidak ada doa dan seremoninya. Lagipula, Indonesia masih memiliki motif-motif batik yang belum dikenal masyarakat luas.

Di Paris nanti, Edo akan mengangkat batik dari daerah pesisiran dengan motif Mega Mendung dan Sawunggaling. Batik tersebut dikemas dalam koleksi busana pengantin yang terdiri dari delapan look.

Source https://wolipop.detik.com/read/2018/05/11/070844/4015001/233/alasan-desainer-senior-edward-hutabarat-minder-ciptakan-motif-batik-baru wolipop.detik.com
Comments
Loading...