Ada Motif Tebu Sakeret Berusia 200 Tahun

0 52

Ada Motif Tebu Sakeret Berusia 200 Tahun

Ada deretan kain batik berwarna lembut terpajang rapi di sebuah show room batik sederhana di kampung batik tulis Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Di antara tumpukan kain dan pajangan kain batik ini terdapat dua jenis batik yang istimewa, yaitu Motif Tebu Sakeret dan Motif Pecutan. Baru-baru ini kedua jenis batik khas Ciwaringin tersebut sudah terdaftar di Dirjen Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) untuk hak paten. Masyarakat Ciwaringin dan Cirebon patut berbangga, sebab kedua motif ini sudah menjadi kekayaan asli perajin Batik Tulis Ciwaringin.

Dari tujuh motif yang diajukan, baru dua motif ini saja yang diberikan hak patennya, sementara lima motif lainnya masih dalam proses. Bukan tanpa proses, dua motif khas Ciwaringin yang baru saja dipatenkan ini sudah ada sejak tahun 1800-an, di mana batik Ciwaringin baru saja dijajal setelah mendapatkan pengaruh batik dari santri yang baru saja pulang dari wilayah Lasem, Jawa Tengah. “Berarti sudah berapa abad usia motifnya? Tinggal dihitung saja, sebab motif ini sudah ada sejak awal batik Ciwaringin, yaitu tahun 1800-an. Dan baru mendapatkan hak paten di 2017 ini,” kata pemilik show room tersebut, Hasan.

Batik Motif Tebu Sakeret dan Pecutan Sarat akan filosofi. Jika tebu sakeret identik dengan batik dengan motif kotak-kotak, maka pecutan identik dengan sebuah motif bunga. Keduanya sarat sejarah, kalau Motif Tebu Sakeret ini bercerita tentang zaman penjajah Belanda dulu, di mana ekonomi sangat susah. Masyarakat hanya mampu mengosumsi tebu yang dipotong-potong atau tebu sakeret, makanya perajin menggambarnya dengan motif kotak-kotak yang melambangkan tebu yang dipotong-potong.

Source http://www.kabar-cirebon.com/ http://www.kabar-cirebon.com/2017/10/ada-motif-tebu-sakeret-berusia-200-tahun-kampung-batik-ciwaringin-kini-terlupakan/
Comments
Loading...