92 Tahun Membatik

0 146

92 Tahun Membatik Karya Warga Madura Disuka Wisatawan Asing

Keberadaan batik tulis yang berasal dari daerah Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura benar-benar sudah membanggakan semua pihak. Batik Sumenep banyak disukai oleh para wisatawan asing. Semisalnya dari negara Australia, Belanda, Korea, Italia dan Jepang serta warga negara Malaysia. Batik tulis yang didalamnya bermotif flora dan fauna hasil kerja seorang pengrajin batik, Achmad Zaini. Bapak ini meneruskan budaya nenek moyangnya secara turun-temurun sejak tahun 1917 silam.

Tidak heran jika omzet tiap tahunnya mencapai ratusan juta dan mampu menghidupi keluarga dan 41 karyawan yang bekerja secara borongan. Pengrajin batik tulis Melati asal Pakandangan Sumenep, Achmad Zaini mengaku, batik tulis Pakandangan sudah berusia 92 tahun. Sampai saat ini tetap bertahan dengan motif dan corak tersendiri, meski kadang ditiru pengrajin batik lain di Madura.

Harga batik khas Sumenep ini dijual dengan kisaran Rp. 50 ribu sampai Rp. 400 ribu tiap potong (ukuran 1 baju). Harga yang bervariasi tergantung kehalusan bahan dan motifnya. Sementara Kepala Disperindag Kabupaten Sumenep, Hary Kuncoro Pribadi mengatakan, pembinaan terhadap pengrajin batik tulis terus ditingkatkan setiap tahunnya. Agar hal ini mampu bertahan dan bersaing dengan pengrajin batik di luar Madura. Ada 35 unit usaha batik di Sumenep, para pengrajin itu sudah dibekali pelatihan agar terus meningkatkan kualitas batik Sumenep yang mempunyai ciri khas khusus.

Source 92 Tahun Membatik Batik
Comments
Loading...