Sejarah Motif Batik Petani

0 521
Batik Petani

Batik Petani cukup dikenal di Kabupaten Klaten, Bantul, Imogiri, Tuban, Tulungagung, hingga juga Indramayu. Batik petani pun berkembang sejalan perkembangan zaman. Bersumber dari pola-pola batik keraton, lahir pola-pola baru pada wastra batik petani dengan stilasi ragam hias bentuk alam. Sebagai contohnya adalah tumbuhan, buah, serangga, burung-burung kecil dan lain-lain, misalnya pola Buketan. Nyaris di semua daerah di Jawa muncul aktivitas produksi batik petani, yang berkembang di daerah pesisir adalah yang paling banyak mendapat pengaruh dari dunia luar. Produknya lantas kita kenal sebagai wastra batik gaya pesisiran. Batik Petani merupakan batik yang dibuat sebagai selingan kegiatan ibu rumah tangga di rumah ketika tidak pergi ke sawah atau saat waktu senggang. Batik Petani disebut juga Batik Pedesaan atau batik pangan yaitu batik yang biasa digunakan oleh kaum petani dimana pola-polanya tetap bersumber dari Kraton yang kemudian digubah dengan ragam hias yang berasal dari alam sekitar, flora dan fauna, gambaran aktivitas sehari-hari dan bertani.

Motif dan Tekstur Batik

Jika dilihat dari teksturnya jenis batik ini kasar dan tidak halus. Motif untuk Batik Petani beragam karena merupakan tradisi yang turun temurun sesuai daerah masing-masing. Biasanya sederhana karena pembuatnya tidak secara khusus terampil atau memproduksi batik. Batik ini dikerjakan secara sambilan sehingga tidak profesional. Pewarnaannya pun hanya dipasrahkan kepada saudagar yang menjual bahan pewarna. Jenis batik ini adalah salah satu pembuatan batik yang kurang kreatif. Ini karena pembuatnya adalah mayoritas perempuan petani yang tidak memiliki keterampilan khusus untuk membatik dan membatik bukan mata pencaharian hidup mereka .

Source Sejarah Motif Batik Petani Batik Petani
Comments
Loading...