Motif Batik Kue Apem sebagai Batik Khas Jatinom Klaten Jawa Tengah

0 256

Kue Apem merupakan salah satu kuliner khas Klaten yang juga dijadikan sebagai motif batik dari daerah Klaten itu sendiri. Keunikan dari kue apem dijadikan sebagai motif batik karena ada suatu tradisi sebaran apem yang dilakukan ketika bulan Sapar pada kalender Jawa. Pada saat itu, ribuan masyarakat akan berebut berton – ton apem yang disebar di kompleks makam Ki Ageng Gribig, Jatinom. Dari keunikan itulah sejumlah wanita di Desa Kebon, Kecamatan Bayat, Klaten memperkenalkan batik dengan motif kue apem sebagai salah satu motif baru yang menggunakan pewarna alam. Bahan pewarna yang di gunakan berasal dari rendaman daun tom (tarum) yang menghasilkan warna biru indigo. Dengan bentuk bulat layaknya kue apem, tetapi dipadukan dengan motif ceplok telur. Selain menggunakan bahan daun tom, pewarnaan, juga bisa menggunakan rendaman daun mangga, buah ceri atau talok, maupun buah ketepeng.

Corak dan warnanya tergantung inovasi yang akan kita inginkan. Proses pembuatannya memakan waktu satu bulan. Sementara untuk harganya dibanderol dengan harga Rp300 ribu. Jadi selain mengenalkan ikon jajanan apem khas saparan Jatinom, kue apem juga digunakan sebagai ikon batik Kabupaten Klaten. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten  menetapkan batik motif apem untuk bisa bersanding dengan lurik, konveksi, tembakau asepan dan rajangan, mebel, keramik, dan logam, hal ini bertujuan untuk menghargai produk unggulan daerah Kabupaten Klaten. Hal ini juga dituangkan dalam Keputusan Bupati Klaten Nomor 050/84 Tahun 2016. Adapun sentra batik di Klaten tersebar di Kecamatan Bayat, Kalikotes, dan Kemalang.

Source Motif Batik Kue Apem sebagai Batik Khas Jatinom Klaten Jawa Tengah Apem, Motif Batik Khas Klaten yang Berasal dari Tradisi Jawa Kuno
Comments
Loading...