Motif Batik Gumelem Banjarnegara Jawa Tengah

0 1.279
Sejarah Batik Gumelem

Sejarah Batik Gumelem juga terkait dengan sejarah Batik Banyumas yang berpusat di Sokaraja (abad ke-15). Sejak Perang Diponegoro tahun 1830, saat Pangeran Puger mengungsi ke Banyumas yang diikuti oleh para punggawa, budayawan, dan juga seniman. Seorang pengikut yang terkenal waktu itu adalah Najendra, yang mengembangkan batik celup Sokaraja. Di tempat baru tersebut, mereka mulai mengembangkan seni kerajinan batik dengan coraknya masing-masing. Salah satunya munculah Batik Gumelem.

Batik Gumelem memang belum setenar batik Jogja, Solo, Pekalongan maupun Banyumas. Jumlah pengrajin Batik Gumelem saat ini sejumlah 55 orang yang tersebar di tiga desa, yaitu 20 orang di Desa Gumelem Wetan, 24 orang di Desa Gumelem Kulon, dan 11 orang di Desa Panerusan Wetan. Batik Gumelem mempunyai ciri khas asli batik tulis yang masih berdasarkan pakem. Batik Gumelem cenderung berwarna sogan (coklat), hitam, dan kuning, serta bermotif bunga, kawung, dan parang. Saat ini sudah terdapat sentra penghasil batik di Banjarnegara, pusatnya ada di Desa Gumelem Kecamatan Susukan, yang berbatasan dengan Banyumas. Pusatnya Batik Gumelem ada di Dukuh Dagaran dan Karangpace (Gumelem Wetan) dan Dukuh Ketandan, Beji dan Kauman (Gumelem Kulon).

Corak Motif Batik Gumelem

Motif Batik Gumelem pun terbagi dalam dua corak, yaitu klasik dan kontemporer. Corak klasik antara lain Pring Sedapur, Gajah Uling, Sungai Serayu, Udan Liris, Rujak Senthe, Jahe Serimpang, Sido Mukti, Grinting, Galaran, Buntelan, Sidoluhur, Ukir Udar, Sekar Jagad, Gabah Wutah, Blaburan, Parang Angkrik, Parang Angkrik Seling, Kopi Pecah. Pada motif kontemporer sudah sedikit banyak perbedaan dengan Batik Banyumas. Motif kontemporer lebih variatif demi mengakomodir kekhasan Banjarnegara. Penggunaan warna yang lebih berani seperti hijau, merah, biru dan warna-warna lain sesuai keinginan, dikerjakan oleh pembatik-pembatik muda, corak relatif jarang-jarang dan besar-besar, satu muka atau dituangkan hanya satu sisi kain, dan dapat disesuaikan dengan pesanan, baik waktu pengerjaan, warna maupun harga. Contoh corak kontemporer yaitu Sawung Alit, Lumbu Pari, Kawung Ceplokan, Kantil Rinonce, Sekar Tirta, Pilih Tanding, Salak Raja, Sekar Kinasih. Batik Banjarnegara juga menggunakan elemen alam kawasan Dieng dan sekitarnya, seperti Purwaceng, Keramik Klampok, Seruling Mas, Cendol Salak, Cendol Wutah, Dawet Ayu, Salak Tanjung, Candi Kusuma, dan lain sebagainya.

Source Motif Batik Gumelem Banjarnegara Jawa Tengah Batik Banjarnegara
Comments
Loading...