Latar Belakang Batik Wonogiren Khas Wonogiri Provinsi Jawa Tengah

0 337

Latar belakang terciptanya Batik Wonogiri atau batik yang lebih dikenal dengan Batik Wonogiren merupakan tradisi Tirtomoyo, diawali oleh seorang abdi dalem Pura Mangkunegaran yaitu Kanjeng Wonogiren yang merupakan sang kreator terciptanya Batik Wonogiren sekitar tahun 1910-an. Macam-macam jenis motif Batik Wonogiren terdapat dua macam yaitu Batik Wonogiren Tradisi Tirtomoyo dan Batik Wonogiren Pengembangan. Contoh jenis motif Batik Wonogiren Tradisi Tirtomoyo adalah Manyar Sewu, Ratu Ratih, Sido Drajat, Suryo Suwito, Sido Asih, Tirto Tedjo Kusumo, Simbar, Wahyu Temurun, Sido Mulyo. Contoh Batik Wonogiren Pengembangan adalah Motif Gajahan, Motif Satriyo Manah, Motif kupu Kongket, Motif Urang, dan Motif Alas-alasan.

Batik Wonogiren memiliki ciri khas eksklusif yaitu remukan (retakan). Remukan tercipta dari ketidak sengajaan saat proses membatik, akan tetapi para konsumen mengira remukan-remukan tersebut merupakan ciri dari Batik Wonogiren dan terlihat seperti alami dan indah. Para konsumen pun menyukai Batik Wonogiren dengan remukannya, dan sampai sekarang remukan menjadi ciri khas dari Batik Wonogiren. Batik Wonogiren dalam perjalanannya mengalami perkembangan, mulai tahun 1960an. Warga Wonogiri memiliki keinginan untuk memproduksi dan memakai batik dengan ciri khas budaya setempat, meliputi kondisi geografis, sosial, fenomena, selera, dan sebagainya. Motif yang dibuat terinsipirasi dari hal-hal tersebut serta modifikasi pola Batik Klasik Kraton Surakarta.

Contoh motif terpengaruh fenomena sosial adalah Keladi dan Jemani, berisi motif adaptasi dari bentuk daun Keladi dan Anthurium jenis Jenmani yang menjadi tren koleksi tanaman hias 2007. Motif tersebut dibuat atas ide dan pesanan kolektor tanaman hias. Kondisi lingkungan hutan, juga menjadi sumber inspirasi munculnya motif Gelondong Kayu dan Serat Kayu, berupa motif bilar kambium batang terbelah serta serat pohon berkayu. Desain Batik Wonogiren merupakan objek yang muncul karena ide atau gagasan masyarakat, dalam hal ini perajin merupakan pengeksekusi persepsi masyarakat yang memiliki ide sebagai partisipasi dengan memvisualisasikannya ke sebuah bentuk. Perajin yang dimaksud adalah pihak yang berpartisipasi aktif mempunyai ide untuk membuat suatu motif dan mengaplikasikan pada kain, meskipun tidak sampai tahap akhir proses pembatikan.

Source Batik Wonogiren Khas Wonogiri Provinsi Jawa Tengah Batik Wonogiri
Comments
Loading...