Sejarah Batik Tanah Liek Minangkabau Sumatera Barat

0 892

Asal batik Tanah Liek ini diduga dari negeri Cina yang  masuk ke Minangkabau pada abad ke 16 pada zaman Kerajaan Minangkabau berpusat di Pagaruyung, Batusangkar. Batik tanah liek sempat hilang tanpa jejak pada masa penjajahan Jepang, namun berkat usaha Wirda Hanim, teknik batik ini diperkenalkan kembali pada tahun 1994. Awalnya Wirda Hanim melihat motif batik ini digunakan oleh beberapa orang penduduk nagari Sumanik, Kecamatan X Koto, Singkarak, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

Beliau tertarik dengan batik yang langka tersebut dan berniat untuk membangkitkan kembali seni tradisional batik tanah liat yang hampir punah. Berkali-kali ia melakukan percobaan agar mendapatkan hasil yang menyamai batik tanah liek asli yang pernah ia temui di Sumani. Namun ia kerap gagal. Dari sepuluh batik yang ia coba produksi, hanya dua saja yang menyamai batik liek asli. Akhirnya, dengan tanah payau yang ia ambil dari dekat rumahnya, ia berhasil terus memproduksi batik liek hingga saat ini.

Batik tanah liek dahulu hanya digunakan pada upacara adat khusus sebagai selendang. Hanya para ninik mamak, bundo kanduang, dan datuk panutan adat yang boleh mengenakannya. Para perempuan menyampirkannya di bahu, sementara para panutan adat melingkarkannya di leher. Teduh dan memancarkan aura elegan dari warna dasar kain yang tidak  biasa ini menjadi salah satu daya tarik utama batik tanah liek khas Minangkabau. Warna dasar batik Tanah Liek cenderung berwarna krem atau coklat muda, warna ini di peroleh dari hasil perendaman kain di dalam larutan cairan tanah liat.

Motif-motif tersebut biasanya diambil dari beragam jenis ukiran yang terdapat di rumah-rumah gadang. seperti siriah dalam carano, kaluak paku, kuciang tidua, lokcan, batuang kayu, tari piring, kipas, dll. Jenis kain batik yang berasal dari Minangkabau ini di beri nama Batik Tanah Liek atau dalama bahasa Indonesia adalah batik tanah liat. Di sebut begitu karena dalam proses pewarnaan batik ini berasal dari tanah liat. Selain tanah liat pewarnaan batik ini juga menggunakan kulit jengkol, kulit rambutan dan kulit gambir. Cara pewarnaanya pun juga unik, awalnya kain di rendam dengan dengan tanah liat selama seminggu, setelah itu kemudian di cuci dan diberi pewarna ilmiah lainnya yang juga berasal dari tumbuh – tumbuhan.

Source Sejarah Batik Tanah Liek Minangkabau Sumatera Barat Sejarah Batik&Batik Tanah Liek
Comments
Loading...