6 Simbol Peranakan Tionghoa Pada Kain Batik

0 95

6 Simbol Peranakan Tionghoa Pada Kain Batik

Kain-kain etnik khas Indonesia dengan indah terpampang hampir di setiap sudut Hall B. Namun, dalam menyambut tahun babi tanah ini, batik-batik tersebut divariasikan dengan berbagai corak dan lambang-lambang yang identik dengan etnis Tionghoa. Apa sih yang membedakan batik ini dari yang biasanya? Dan apa yang menjadi filosofi dibalik simbol-simbol yang ada? Simak enam hal ini!

Flora dan fauna

Salah satu ciri khas dari kain batik dengan motif Tionghoa adalah batik Buketan. Corak yang terdapat dalam jenis batik ini adalah tumbuhan, seperti bunga dan dedaunan, dan fauna. Biasanya hanya satu hewan yang dimasukkan dalam motif ini, yaitu kupu-kupu. Dipercaya bahwa hewan indah ini melambangkan keagungan dan keesaan para Dewa. 

Banji

Batik dengan motif garis-garis hitam dikenal dengan batik Banji. Dalam agama Buddha, Banji melambangkan ke-Tuhanan dan kesucian. Sementara yang berwarna merah digambarkan sebagai burung Kenyalang atau disebut juga sebagai burung Enggang. Seperti hewan naga, yang merupakan simbolisasi alam bawah (darat), warga Tionghoa memercayai bahwa keagungan burung tersebut adalah untuk menjaga keseimbangan alam kehidupan di atas (langit).

Babi tanah

Seperti layaknya motif batik biasa, parang seringkali dipakai untuk menghiasi kerajinan tangan khas Indonesia ini. Menurut kepercayaan etnis Tionghoa, tahun ini adalah tahunnya shio babi tanah, maka, hewan tersebut akan sering dijadikan center of interest corak-corak tradisional tahun ini. Babi tanah dapat diartikan sebagai simbol tahun yang bagus untuk berinvestasi dan keuangan.

Burung Merak

Salah satu tenan pada pameran batik Nusantara kemarin datang dari institusi kreatif di Pekalongan. Mereka datang ke Jakarta dengan misi untuk mengedukasi khalayak tentang budaya peninggalan Keraton ini.

Imlek identik dengan warna merah

Terdapat satu legenda di mana ada seekor binatang buas yang menyerang suatu desa di Tiongkok dan mengambil hasil perkebunan warga setempat, bahkan anak-anak pada perayaan tahun baru. Konon, binatang tersebut takut dengan api dan warna merah. Sehingga, dipercaya oleh warga Cina, warna merah ini dapat menjauhkan mara bahaya.

Source https://www.idntimes.com/ https://www.idntimes.com/life/education/sarah-qonita/6-simbol-peranakan-tionghoa-pada-kain-batik-dalam-menyambut-imlek/full
Comments
Loading...