Makna Batik Semarang Provinsi Jawa Tengah

0 2.192

Kota Semarang yang merupakan Ibu Kota dari provinsi Jawa Tengah yang ternyata banyak menghasilkan kerajinan batik. Batik di Semarang sering di sebut dengan batik Semarangan. Pada jaman Belanda kampung Rejomulyo sudah terdapat para pengrajin batik. Akan tetapi pada jaman Jepang kampung ini sempat terbakar. Batik Semarang adalah batik yang diproduksi oleh orang atau warga kota semarang dengan motif atau ragam hias yang berhubungan dengan ikon-ikon Semarang. Sebuah pengertian atau definisi yang akhirnya muncul dari pembahasan tersebut.

Batik Semarang menggunakan motif flora dan fauna, dan saat ini motif Batik Semarang juga bertambah tidak hanya batik dengan motif flora dan fauna saja tetapi ada juga batik Semarang dengan motif ikon kota Semarang. Misalnya pohon asem, tugu muda, lawang sewu, serta legenda-legenda yang ada di kota Semarang seperti legenda Jatigaleh dan lain sebagainya. Selain itu, warna batik Semarangan tidak semeriah batik Pekalongan. Namun, tidak sekalem warna batik Solo atau warna kain batik Yogyakarta.

Pada proses pembuatan batik, ada keunikan tersendiri dari para pengrajin batik di Semarang yaitu sebagian besar dari pengrajin batik ini sudah menggunakan canting elektrik. Produksi batik Semarangan terpusat pada Kampung Batik, yang beralamatkan di kelurahan Rejomulyo, Semarang Timur. Beberapa jenis batik yang terdapat di Semarang yaitu Batik Desa Gemawang, batik ini memiliki ciri khas unsur batik kopi, tala madu dan baru klinting, sedangkan pewarnaan utama menggunakan indigo (indigofera).

Pada batik Franquemont dan Oosterom, dominasi warna hijau sebagai kekhasan, khas dengan pola-pola bermotif Eropa, Cina dan pesisir utara khususnya Madura, pola-pola yang dikembangkan adalah pola keraton, mengadaptasi figur dan atribut dari berbagai dongeng Eropa, pola sedikit rumit dan kompleks. Batik Kampung Batik, yang disebut kampung batik yaitu kampung-kampung yang berada di sekitar kota Semarang tempo dulu. Diantaranya Bugangan, Rejosari, Kulitan, Kampung Melayu, dan Kampung Darat.

Kampung batik merupakan sentra batik di Semarang yang pernah mengalami kejayaan pada zaman Belanda. Motif-motif yang dikembangkan, berupa motif naturalis (ikan, kupu-kupu, bunga, pohon, bukit, dan rumah), Ciri itu dapat dimaknai sebagai karakter masyarakat pesisir, yang lebih terbuka dan ekspresionis. Batik Semarang 16, batik dengan motif yang dikembangkan, terutama motif kekinian yang berhubungan dengan landmark atau tenger kota Semarang seperti Tugu Muda, Lawang Sewu, Pohon Asem, Blekok Srondol dan lainnya. Batik Tan Kong Tien, motif dasar parang yang merupakan motif batik keraton, dipadu dengan motif burung merak, menjadi cirikhas dari “Batikkerij Tan Kong Tien” merupakan hasil akulturasi motif pesisiran yang berkarakter terbuka dan motif keraton. Dan lain sebagainya.

Source Makna Batik Semarang Provinsi Jawa Tengah Batik Tulis With The Highest Quality
Comments
Loading...