Perkembangan Batik Pesisir Pada Masa Indonesia – Belanda

0 300
Perkembangan Batik Pesisir

Batik pada zaman dahulu atau tepatnya pada zaman Belanda menjajah di Indonesia, batik di golongkan dalam 2 kelompok besar yaitu batik vorstenlanden dan batik pesisir. Batik vorstenlanden adalah batik yang berasal dari daerah Solo dan Yogyakarta, sedangkan batik pesisir yaitu semua batik yang pembuatannya di kerjakan di luar daerah Solo dan Yogyakarta. Kata dari pesisir muncul karena letaknya berada di pesisir utara pulau jawa seperti Cirebon, Indramayu, Lasem, Bakaran, dan sebagainya. Ciri pola pada batik pesisir lebih bebas dan warnanya lebih beraneka ragam hal ini dikarenakan pengaruh budaya luar yang kuat. Tak seperti batik keraton, batik pesisir lebih ditunjukkan sebagai barang dagangan. Ragam flora non figuratif menjadi alternatif dalam motif batik pesisir dikarenakan adanya larangan dikalangan ulama Islam dalam menggambar bentuk-bentuk figuratif.

Sejarah Perkembangan Batik Pesisir

Pada sejarah perkembangan batik pesisir ini pernah mengalami kemajuan sekitar pada abad ke-19, hal yang menyebabkan kemajuannya adalah karena adanya kemunduran produksi tekstil dari India yang saat itu menjadi salah satu produsen kain terbesar yang dijual ke pulau jawa dan mengakibatkan banyak konsumen beralih ke kain batik. Kemudian, puncak perkembangan batik pesisir  terjadi di masa pengusaha Indo-Belanda yang berperan pada usaha pembatikan. Batik tersebut dikenal dengan nama “Batik Belanda“. Selain pengusaha dari belanda adapun pengusaha dari Tionghoa juga ikut dalam usaha pengembangan batik pesisir ini. Ciri dari batik pesisir ini berasal ragam hias batik-nya bersifat natural dan mendapat pengaruh kebudayaan asing secara dominan.

Source Perkembangan Batik Pesisir Pada Masa Indonesia - Belanda Batik Pesisir
Comments
Loading...