5 Sahabat Dirikan Usaha Sepatu Batik, Ingin Anak Muda Cinta Indonesia

0 84

5 Sahabat Dirikan Usaha Sepatu Batik, Ingin Anak Muda Cinta Indonesia

Lima anak muda yang bersahabat sejak kuliah ini memulai usaha dengan misi yang sama membuat anak muda kembali mencintai budaya Indonesia.  Mereka adalah Ivan (21), Ronald (22), Christian, Janice (21) dan Monica.  Kelimanya adalah mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya angkatan 2016, yang membangun usaha sepatu batik bernama Rovance Shoes pada akhir tahun 2017.  Ivan berperan sebagai CEO, Ronald marketing, Christian operasional, lalu Janice dan Monica di bagian keuangan. Nama Rovance sendiri berasal dari gabungan nama mereka, yang merupakan ide Michael. 

“Dari saya sendiri personally memang suka sekali dengan batik. Lalu saya lihat tren sepatu sedang naik, nah kenapa tidak coba dipadukan saja sepatu dengan batik,” tutur Ivan ketika ditemui di booth Rovance Shoes di bazaar ‘Olympian Quest’, Galaxy Mall Surabaya. Budaya-budaya asing yang semakin memengaruhi anak muda Indonesia turut menjadi kekhawatiran mereka. Ronald menyebut, hal itu membuat mereka makin semangat mempromosikan batik dengan cara yang modern. 

“Di era global ini, anak-anak muda Indonesia lebih tertarik dengan budaya barat. Maka dari itu, kami ingin kembali membudayakan batik,” ujarnya. Gaya sepatu batik yang dikeluarkan Rovance Shoes di edisi pertamanya adalah slip-on unisex, untuk kaki nomor 39-44. Model ini dipilih karena menurut pengamatan Ivan, anak muda lebih suka menggunakan sepatu slip-on, meski teman-teman di kampusnya kebanyakan mengenakan sneakers. Mereka memiliki pengerajin batik sendiri, kemudian batik akan diseleksi oleh mereka, lalu dibawa ke pabrik sepatu

“Sementara ini batik kami cap kombinasi print, dan cap kombinasi tulis. Semuanya dijual seharga Rp 350.000. Kalau full tulis, kami belum berani buat,” jelas Ivan. Batik yang dipilih kebanyakan berasal dari Solo dan Pekalongan, dan berwarna dasar hitam. Mereka memilih warna gelap karena Ivan pernah melakukan survei, yang hasilnya menunjukkan masyarakat tidak suka warna terang. 

Hingga kini, mereka memasarkan sepatu batiknya lewat Instagram @rovanceshoes dan mengikuti bazaar-bazaar. “Sebelum ikut bazaar yang ini, kami kemarin ikut Inacraft 2018 di Jakarta. Responnya baik sih kemarin, kebanyakan orang-orang luar negeri pada suka. Tetapi sayang, kami belum menyediakan ukuran luar negeri,” katanya. Ivan berharap kedepannya, Rovance Shoes bisa dikenal masyarakat, dan mampu membuat orang-orang lebih mencintai batik. 

Janice juga ingin anak muda tak hanya menjunjung produk luar, namun mencintai produk dalam negeri.  Sedangkan Ronald tak ingin isu-isu SARA yang belakangan menyeruak memisahkan masyarakat Indonesia. “Menurut kami, Indonesia itu negara demokrasi. Seharusnya tidak perlu menyinggung SARA. Nah, batik kan asalnya dari Indonesia, dengan melestarikan batik, kami ingin menunjukkan bahwa identitas kita ini sama, yaitu Indonesia,” pungkasnya.

Source http://surabaya.tribunnews.com/ http://surabaya.tribunnews.com/2018/08/04/5-sahabat-dirikan-usaha-sepatu-batik-ingin-anak-muda-cinta-indonesia
Comments
Loading...