5 Perbedaan Batik Tulis Klasik dan Kontemporer Yang Saling Melengkapi

0 12

5 Perbedaan Batik Tulis Klasik dan Kontemporer Yang Saling Melengkapi

Sebenarnya mereka tidak berbeda, kedua batik ini milik bangsa Indonesia. Sama-sama berkualitas dan sama-sama bisa dibeli dan dipakai siapa saja. Namun ada yang membedakan antara batik klasik dan kontemporer sesuai penelitian, inilah perbedaannya.

1. Perbedaan Tahun Pembuatan

Jelas, yang namanya batik klasik dibuat pada tahun yang lama, seperti salah satu koleksi kami batik tulis klasik Udan Liris yang dibuat tahun 1970. Sementara batik tulis kontemporer adalah kreasi baru yang bisa merupakan perkembangan motif lama ataupun bisa penciptaan motif baru. Tergantung pada karakter batik tersebut.

Kami melihat perbedaan tahun pembuatan juga mempengaruhi komposisi batik tersebut. Meskipun motif yang dibatik sekarang adalah motif klasik, tetapi terlihat berbeda dengan motif batik yang dibuat sebelum tahun 1990.

2. Perbedaan Komposisi Warna

Meskipun pewarnaan motif menggunakan warna alam juga masih menjadi pakem pewarnaan batik tulis kontemporer, namun memiliki komposisi yang berbeda.

Komposisi batik tulis klasik terutama Solo, memiliki dominan warna cokelat kekuningan, hitam dan putih. Sedangkan batik kontemporer lebih bervariasi dengan pewarnaan yang cerah dan terang.

Tidak semua batik kontemporer berwarna cerah, ada juga yang memiliki warna batik klasik. Namun sekali lagi, terdapat perbedaan tingkat penggunaan warna pada batik klasik dengan kontemporer, batik kontemporer lebih variatif dengan warna-warna modern.

3. Perbedaan Pakem Motif

Pada batik klasik, misalnya sebuah motif sidomukti, maka hanya fokus kepada satu motif saja. Tidak banyak variasi motif yang digunakan dalam sehelai kain batik.meskipun ada beberapa batik yang menggunakan komposisi gabungan beberapa motif batik namun tidak mengurangi motif utama batik tersebut.

Sedangkan pada motif kontemporer, variasi motif begitu beragam, misalnya motif parang dengan motif lereng dan ditambahkan dengan beberapa motif bunga. Menjelaskan motif kontemporer lebih berani melakukan modifikasi berbagai motif batik.

4. Perbedaan Harga

Batik menjadi komoditas yang sangat menarik untuk dipasarkan sampai ke luar negeri. Dengan harga jual yang tidak murah mengingat pembuatan yang juga menghabiskan banyak waktu. Batik klasik yang sarat dengan pakem tradisional menjadi mahal karena kualitas yang bagus. Pewarnaan yang tidak luntur dan awet meskipun memiliki tahun pembuatan yang sudah berpuluh tahun lalu.

Sedangkan batik kontemporer memiliki harga yang juga tidak bisa disebut murah, pengerjaan batik baik tulis klasik maupun kontemporer sama-sama membutuhkan waktu dan ketelitian tinggi. Namun, banyaknya kreasi dan variasi batik yang diciptakan membuat harga batik tulis menjadi sedikit lebih murah. Belum lagi memiliki saingan dengan batik cap dan batik printing yang lebih mampu meminimalisir bahan produksi.

5. Perbedaan Konsumen

Sebenarnya penggunaan batik tidak pernah membatasi usia dan status. Tetapi cenderung pengguna batik klasik adalah para orang tua yang ingin menonjolkan kesan elegan dan mewah. Karena batik klasik memilik warna yang cenderung gelap dan klasik.

Sedangkan penggunaan batik kontemporer mengarah kepada para generasi muda yang ingin terlihat trendy dan sesuai trend fashion batik saat ini dengan batik. Dengan warna yang cenderung cerah dan bersahabat dengan style anak muda.

Namun, segala perbedaan ini tidak sepenuhnya benar, karena banyak juga anak muda yang lebih suka motif klasik, atau orang tua yang lebih suka dengan motif kontemporer. Bahkan dalam hal warna batik pesisir klasik juga menggunakan motif warna alam yang cerah. Atau batik kontemporer yang lebih mahal juga banyak.

Apapun bentuk batik tulis itu, baik tulis klasik maupun kontemporer, tetap saja itu adalah sebuah batik Indonesia. Baik motif klasik maupun kontemporer sama-sama bagus dan unik.

Source http://indonesianbatik.id http://indonesianbatik.id/2018/03/16/5-perbedaan-batik-tulis-klasik-dan-kontemporer-yang-saling-melengkapi/
Comments
Loading...