5 Motif Batik Tulis Indonesia Yang Paling Rumit

0 57

5 Motif Batik Tulis Indonesia Yang Paling Rumit

Hari ini kami akan membahas tentang 5 motif batik paling rumit yang pernah di buat di Indonesia versi kami. Secara khusus batik tulis yang ditulis langsung oleh pembatik tradisional. Bukan batik cap atau batik printing zaman sekarang. Langsung saja tanpa banyak basa basi kita menuju motif batik paling rumit di Indonesia, mulai dari yang pertama.

Batik Tulis Jawa Hokokai

Batik yang satu ini bukan hanya rumit, tapi juga memiliki detail yang sangat mengesankan. Belum lagi pengaruh dari budaya Jepang yang suka dengan motif bunga tradisional menjadikan batik ini memiliki nilai khusus untuk pencinta batik.

Mengapa kami menempatkan batik jawa hokokai di posisi pertama karena kesulitan dan membutuhkan waktu yang lama untuk membuatmotif batik ini. Batik yang juga disebut batik pagi sore tersebut sangat langka dan elegan dipakai. Ditambah motifnya yang berwarna warni menambah keindahan batik tersebut.

Batik Tulis Motif Sekar Jagad Lasem

Sebagian besar pencinta batik sudah pasti tahu motif batik yang satu ini. Selain terkenal karena kerumitannya, warna yang dihasilkan oleh batik ini sangat dominan dan pasti terlihat sangat megah. Kombinasi ceplok dan bunga yang beraneka ragam membutuhkan ketelitian yang tinggi untuk membuatnya

Belum lagi proses pewarnaan alami yang mengharuskan batik tersebut mampu memberikan nuansa yang megah untuk pemakainya. Unsur motif bunga juga ikut meramaikan motif batik tersebut menjadikan batik tulis yang satu ini menjadi langganan para pencinta batik tulis di Indonesia

Batik Tulis Motif Semenan Sido Asih

Diantara motif batik tradisional Indonesia, motif yang satu ini memiliki warna yang gelap. Penuh dengan motif seperti garuda dengan kombinasi semena membuat batik ini terlihat sangat sulit dibuat dengan menulis. Dalam berbagai versi semenan sido asih, kesulitan dan kerumitan batik tersebut masih bisa kita lihat langsung.

Dari beberapa koleksi batik Ibu Ani Yudhoyono juga memiliki motif semenan sido asih yang rumit. Ketika menemui pembatik untuk membatik motif tersebut, pembatik membutuhkan waktu sedikit lama untuk membuatnya. Sedangkan pewarnaan motif ini tergantung pada daerahnya. Namun batik ini tidak memiliki warna yang bermacam-macam, karena hanya dengan kombinasi cokelat, putih, dan hitam batik ini sudah sangat terlihat eksklusif.

Batik Tulis Motif Truntum

Ada dua jenis yang menurut kami sangat rumit pembuatannya, yaitu truntum glebak kanthil dan truntum simping mas. Sebagai salah satu motif tradisional, batik ini memiliki kerumitan dan detail yang tinggi, ditambah lagi motif yang sejajar dan di isi dengan kombinasi motif bunga kanthil atau motif sejajar yang lain membuat batik ini menjadi sangat mewah.

Nilai filosofinya yang menyebutkan bahwa motif ini adalah dalam kehidupan hendaknya kelak si pemakai akan diberkahi dan mendapatkan kemudahan dalam hidupnya. Motif batik khas Surakarta ini memiliki nilai kerumitan tersendiri dari kesejajaran motifnya yang harus diperhatikan selain motifnya yang rumit.

Batik Tulis Motif Merak Sinanding Banyumasan

Batik motif merak sinanding ini sekarang sudah mulai menghilang karena kerumitan pembuatannya. Yang menarik adalah perbedaan penempatan burung merak yang dibalik pada setiap sisinya. Motif ini sudah tidak diproduksi lagi karena kehilangan para pembatik yang sebenarnya sudah turun temurun diwariskan.

Kombinasi burung merak dan warna bunga yang nyaman dilihat mata menjadi nilai tersendiri batik tersebut. Kesulitan untuk membuatnya, dengan patron tertentu untuk membuat batik ini menjadi sebuah karya yang sangat luar biasa bagi dunia batik tradisional Indonesia.

Demikian 5 motif batik dengan nilai kerumitan yang tinggi, sebenarnya semua motif batik pada dasarnya sangat rumit untuk dibuat. Belum lagi pewarnaan yang membutuhkan ketelitian yang tinggi. Semakin sulit motif batik itu dibuat maka harga yang akan ditawarkan akan menjadi semakin mahal.

Source http://indonesianbatik.id/ http://indonesianbatik.id/2018/03/09/5-motif-batik-tulis-indonesia-yang-paling-rumit/
Comments
Loading...