Motif Batik Tanjung Bumi Khas Madura Jawa Timur

0 364

Bagi perempuan Tanjungbumi, menunggu kedatangan suami merupakan saat-saat paling panjang dan menegangkan. Mereka selalu gelisah apakah suaminya bisa pulang kembali dengan selamat dan bisa membawa uang untuk biaya rumah tangga. Untuk mengurangi rasa gelisah tersebut, akhirnya mereka mulai belajar membatik. Namun, hingga kini belum ada yang dapat memastikan kapan para istri itu mulai membatik. Kepala rumah tangga di Tanjungbumi, Bangkalan sebagian besar bermata pencaharian sebagai nelayan. Dan kalau sudah pergi menangkap ikan, mereka bisa pergi berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan.

Kegiatan ini dilakukan untuk mengisi waktu luang. Sehingga sampai sekarang telaj menjadi industri batik at yang cukup besar. Tanjungbumi merupakan kecamatan terbesar di Madura yang memproduksi batik. Popularitas kecamatan yang letaknya sekitar 43 km di timur Kota Bangkalan itu, mulai dikenal penggemar batik Tanah Air. Corak batik Tanjungbumi mempunyai kekhasan batik pesisir, yakni corak bebas dan warna -warna berani. Namun menurut Mursidi, perajin batik dari Desa Jetis, Sidoarjo, warna-warna batik Madura itu seperti warna batik Sidoarjo. Batik Madura  belum lama ada. Biasanya mereka membeli batik dari Sidoarjo, dan memang yang senang batik Sidoarjo hanya orang Madura dulunya. Ketika batik mulai tumbuh di Madura, maka corak dan warnanya pun mirip dengan Sidoarjo.

Yang menjadi kekhasan batik Tanjungbumi adalah selalu ada warna merahnya, dan ada cecek (titik-titik). Kisaran Harga mulai dari Rp 30.000 sampai Rp 450.000. Walaupun sudah menjadi industri rakyat dan dikenal oleh penggemar batik Tanah Air, tetapi Tanjungbumi masih menemui kesulitan dalam pemasaran, baik pasar dalam negeri maupun pasar luar negeri. Kalaupun ada batik Tanjungbumi ditemukan di luar negeri, itu bukan hasil pemasaran para perajin ke luar negeri, melainkan dibawa oleh para wisatawan asing yang biasanya datang saat ada acara karapan sapi.

Source Motif Batik Tanjung Bumi Khas Madura Jawa Timur Batik Khas Madura Tanjung Bumi
Comments
Loading...