Sentra Batik Bomba Lekatu Tavanjuka

0 267

Meskipun “batik” berasal dari bahasa jawa, namun khazanah batik terus berkembang sehingga tiap daerah di Indonesia memiliki corak batik yang khas. Sebagai contoh adalah Batik Bomba asal Sulawesi Tengah tepatnya dari Kota Palu.

Kata Bomba sendiri berarti keterbukaan dan kebersamaan. Itu sebabnya tidak heran jika masyarakat Sulteng terbuka kepada siapa saja yang datang ke daerah kita ini.

Pengembangan batik Bomba baru digerakkan pada Agustus 2008. Saat itu, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sulteng, berinisiatif untuk mengembangkan potensi batik Sulteng dengan cara mengambil seorang instruktur dari Pekalongan yang kemudian melatih beberapa pemuda putus sekolah, untuk diajarkan teknologi membatik modern seperti yang telah dilakukan masyarakat pebatik Pekalongan. Dari tangan terampil mereka itulah motif batik Bomba berkembang.

Batik ini memiliki beragam motif. Motif paling banyak disenangi konsumen adalah bunga cengkeh, sambulugana dan taiganja. Motif taiganja diambil dari akar tradisi masyarakat Kaili. Motif ini mengandung makna warisan kebudayaan adat Sulteng sehingga hanya cocok dipakai pada kegiatan-kegiatan adat atau pesta perkawinan. Motif bunga cengkeh merupakan komoditas perkebunan andalan Kabupaten Toli – Toli. Dan Sambulugana adalah satu paket tumbuhan antara lain pinang dan siri. Sambulugana biasanya sebagai pelengkap adat peminang bagi masyarakat kaili di Palu. Peminang dianggap kurang lengkap rasanya jika tidak ada Sambulugana.

Ahdin, adalah seorang pengrajin batik Bomba khas Kota Palu, hampir tidak pernah ketinggalan ikut meramaikan setiap pameran yang dilaksanakan di ibu kota provinsi Sulawesi Tengah dan luar daerah.

Setiap momen pameran, Ahdin memboyong puluhan motif batik hasil karya pria bujangan itu. Tidak hanya di Palu, tapi Ahdin juga kadang memenuhi undangan pameran kerajinan di sejumlah daerah mewakili Sulawesi Tengah. Semuanya dilakukan agar kerajinan batik asal tanah Kaili itu juga dikenal luas di tengah masyarakat. Ahdin mendirikan usaha batik di Jalan Lekatu Tavanjuka, Kecamatan Palu Selatan, sekitar tahun 2008 lalu.

Source Sentra Batik Bomba Lekatu Tavanjuka Batik Bomba Khas Suku Kaili Kota Palu
Comments
Loading...