4 Motif Batik Kepemimpinan Yogyakarta

0 16

4 Motif Batik Kepemimpinan Yogyakarta

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mewakili Presiden Joko Widodo membuka perhelatan tahunan Jogja International Batik Biennale (JIBB) 2018 di Pagelaran Keraton Yogyakarta, Rabu (3/10/2018). Seusai membuka acara dia diajak melihat-lihat pameran batik klasik dan koleksi batik Keraton Nusantara.

Di antara puluhan lembar kain batik yang dipamerkan, pemandu menunjukkan tiga motif batik Keraton Yogyakarta dan satu motif batik Pakualaman. Muhadjir tampak antusias menyimak setiap kata yang terlontar dari bibir pemandu, sembari sesekali manggut-manggut.

Lembar kain pertama yang dituju adalah batik motif parang rusak seling pamor naga raja. Sesuai namanya, motif parang rusak yang diseling parang pamor dihiasi ornamen naga raja. Motif ini menyimbolkan keperkasaan, kesaktian, dan kewibawaan seorang raja dan hanya dikenakan oleh sultan atau raja.

Kedua, batik motif ceplok purbonegoro. Berasal dari kata purbo berarti memelihara dan negoro berarti negara. Bentuk ceplok purbonegoro seperti bunga Helianthus Annus, keluarga Compositeae. Motif ini dikenakan raja atau pemimpin yang bermakna pemimpin wajib memelihara negara sebaik-baiknya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, termasuk memelihara lingkungan.

Ketiga, batik motif temboran. Nama motif ini diambil dari motif pokok, yaitu ornamen parang dan nitik yang dibingkai menjadi bentuk tembor atau nampan. Di sela ornamen pokok diberi ornamen pengisi berupa burung yang cantik di antara daun dan bunga. Motif batik ini melambangkan keikhlasan untuk menyajikan atau memberikan kebaikan di dalam hidup ini.

Keempat, batik Pakualaman yang diberi nama Asthabrata Jangkep. Dalam satu kain terdapat gambar delapan wajah dewa, yakni Batara Indra, Yama, Surya, Candra, Bayu, Wisnu, Brama,dan Baruna beserta ciri khas watak dan tugasnya.

Kain batik Asthabrata Jangkep delapan dewa ini berlatar parang dan kawung, serta ceplok yang memuat gambar sepasang naga berhadapan mengapit dupa. Secara keseluruhan motif batik ini lambang pengharapan karakter raja atau pemimpin yang ideal.

Karakter itu meliputi bijak bestari, adil dan tegas dalam menegakkan hukum, cermat dalam urusan keuangan, memiliki pesona dan kepribadian yang memikat, berkepribadian kuat dan tidak mudah terhasut. Juga aksetis dan pertapa, memiliki keberanian dan kemahiran bersiasat, serta bersahaja dan mampu mengayomi.

Source https://www.liputan6.com https://www.liputan6.com/regional/read/3659397/4-motif-batik-kepemimpinan-yogyakarta
Comments
Loading...