Sejarah Batik Kraton

0 645

Dulu dalam proses pembuatan batik kraton pada tahap pembatikannya ini di kerjakan oleh putra putri di lingkungan kraton saja. Kegiatan ini di pandang sebagai kegiatan yang penuh ke rohanian dan memerlukan pemusatan pikiran, kesabaran dan kebersihan jiwa, yaitu dengan dilandasi permohonan petunjuk dan ridho Tuhan Yang Maha Esa. Maka dari itulah sebab dari ragam hias wastra batik yang senantiasa menonjolkan keindahan abadi dan mengandung nilai nilai berlambang dan terkait erat dengan latar belakang penciptaan, penggunaan, penghargaan yang dimilikinya.

Pola tradisional yaitu merupakan wastra batik dari batik kraton ini, terutama yang semula tumbuh dan berkembang di kraton – kraton jawa. Tata susunan ragam hias dan pewarnaannya merupakan paduan mengagumkan antara matra seni, adat, pandangan hidup, dan kepribadian lingkungan yang melahirkannya, yaitu lingkungan kraton. Seiring dengan kebutuhan wastra batik di lingkungan Kraton yang semakin meningkat, maka pembuatannya tidak lagi memungkinkan jika hanya bergantung kepada putri-putri dan para abdi dalem di Kraton, sehingga diatasi dengan pembuatan batik diluar Kraton oleh kerabat dan abdi dalem yang bertempat tinggal di luar Kraton.

Industri usaha rumahan ini kemudian berkembang menjadi industri yang dikelola oleh para saudagar saudagar dan mulai berkembang di luar lingkungan kraton dan dalam bentuk batik saudagaran dan batik pedesaan. Batik kraton juga terdapat di kasunanan Surakarta, Kasultanan Jogjakarta, Pura Mangkunegaran dan Pura Pakualaman. Ada pula perbedaan yang paling utama dari ke empat batik Kraton yaitu pada bentuk, ukuran, patra dan nuansa warna soga atau coklat.

Source Sejarah Batik Kraton Batik Kraton
Comments
Loading...