Perkembangan Kain Batik Jakarta Dari Masa Ke Masa

0 533

Perkembangan Batik Jakarta

Batik yang berkembang bersamaan dengan daerah pembatikan lainnya ini di mulai dari abad ke 19. Pembatikannya ini di bawa oleh kaum pendatang dari Jawa Tengah, dan daerah yang terkenal pembatikannya di Jakarta yaitu di deken Tanah Abang, seperti Karet, Bendungan Hilir, Kebayoran Lama dan daerah Mampang Prapatan serta Tebet. Batik Jakarta juga memiliki ciri seperti kain sarung dengan menonjolkan motif Tumpal yaitu motif geometris segitiga sebagai barisan yang memagari bagian kepala kain dan badan kain. Saat di kenakan pun motif dari Tumpal ini harus terlihat di bagian depan.

Tak hanya motif Tumpal, terdapat motif lain seperti motif Burung Hong yang memiliki lambang kebahagiaan. Dilihat dari motifnya, batik Betawi terbagi dari beberapa jenis, yaitu Ondel-ondel, Nusa Kelapa, Ciliwung, Rasamala dan Salakanegara. Jika di lihat dari namanya motif batik Betawi memiliki asal usul Loreng Ondel – ondel yang mengandung harapan agar pemakainya mendapat kehidupan yang lebih batik serta jauh dari bala.

Kemudian motif Kelapa memiliki ide desain dari Peta Ceila yang dibuat pada tahun 1482 – 1521 saat pemerintahan Prabu Siliwangi. . Sesuai namanya, pemakaian batik ini diharapkan pemakainya menjadi pusat daya tarik dan sebagai simbol rezeki yang terus mengalir bak sebuah aliran kali. Sedanglkan Batik motif Buket Pesisiran, asli pesisir Pekalongan yang digubah dan digayakan oleh Iwan Tirta.Jadi diperkirakan motif ini berasal dari daerah pesisir Pekalongan, oleh Iwan Tirta digubah dan digayakan, artinya modifikasi antara motif gaya pesisir dipadukan dengan motif gaya Solo berupa Naga, selanjutnya diproses pewarnaan corak Solo yang anggun, kemudian dikoleksi oleh Danar Hadi.

Batik motif Rasamala menggambarkan riwayat Belanda saat masuk ke wilayah Sunda Kelapa. Saat ini daerah Sunda Kelapa masih berupa hutan belantara yang banyak ditumbuhi pohon jenis Rasamala. Warga Betawi menganggap keramat pohon Rasamala karena baunya yang wangi, kulit kayu Rasamala dijadikan setanggi. Sedangkan motif batik Salakanagara merupakan batik yang mengangkat motif bertemakan kerajaan pertama di tanah Betawi yang didirikan oleh Aki Tirem pada 130 masehi. Nama Salakanegara berkaitan dengan kepercayaan yang menganggap gunung mempunyai kekuatan dan gunung itu diberi nama Gunung Salak. Keunikan lainnya dari batik Betawi adalah warga Betawi itu sendiri, baik kalangan atas maupun kalangan bawah menggunakan motif yang sama, yang membedakan adalah pemilihan bahannya. Untuk kalangan atas, umumnya terbuat dari bahan mori halus cap sen. Sedangkan untuk kalangan bawah, terbuat dari mori kasar atau belacu.

Bahan-bahan baku batik yang digunakan ialah hasil tenunan sendiri dan obat-obatnya hasil ramuan sendiri dari bahan-bahan kayu mengkudu, pace, kunyit dan sebagainya. Batik Jakarta sebelum perang terkenal dengan batik kasarnya, warnanya sama dengan batik Banyumas. Sebelum perang dunia kesatu bahan-bahan baku cambric sudah dikenal dan pemasaran hasil produksinya di Pasar Tanah Abang dan daerah sekitar Jakarta. Batik Betawi memiliki warna yang ”ngejreng” nan mencolok, seperti hijau, merah dan kuning. Batik parang parung tumpal buket termasuk corak motif pesisiran (Pekalongan) namun dikembangkan dan digayakan dalam tatawarna sogan kehijauan oleh Setyowati, maka banyak orang menyebutnya batik Setyowatianan.

 

Source Perkembangan Kain Batik Jakarta Dari Masa Ke Masa Kampoeng Batik Palbatu
Comments
Loading...