Proses Pembuatan Kain Batik Sasirangan Banjarmasin

0 1.014

Mengenal Sasirangan merupakan kain khas batik Kalimantan Selatan tepatnya didaerah Banjarmasin. Kain sasirangan umumnya digunakan sebagai kain adat yang biasa digunakan pada acara-acara adat suku Banjar. Proses pembuatan batik ini tidak jauh berbeda dengan batik lainnya. jenis bahan sasirangan bermacam – macam dan harganya juga cukup bervariasa dari yang murah hingga yang mahal tergantung bahan dan motif yang dipilih. Semakin sulit pembuatan motif maka harganya pun semakin mahal. Untuk mendapatkan motif sasirangan yang bagus diperlukan ketelitian pengrajin bagian sirang atau merajut, jika penusukan jarum yang mengikuti pola motif yang ada pada lembaran kain itu jaraknya tidak terlaulu jauh dan juga menarik ikatan benangnya pada masing – masing motif itu kuat, istilah bahasa banjarnya pisit maka hasilnya akan jauh lebih baik dan motif sasirangan terlihat jelas.

Berikut proses pembuatan kain sasirangan :

  1. Melukis atau menggambar

Hal pertama yang dilakukan adalah melukis motif sasirangan yang diinginkan kemudian kain tersebut dipotong misalnya dengan ukuran 2 atau 3 meter. Biasanya bahan yang digunakan adalah bahan katun, santung, kaci dan lain sebagainya. Dalam proses pembuatan kain sasirangan ada dua tahap yang dilakukan dalam melukis motif yaitu melukis atau menggambar langsung sesuai motif yang diinginkan, selanjutnya melukis dengan menggunakan pola atau mal. Lukisan yang dihasilkan tentu saja telah terikat dengan pola yang sudah ada. Pola atau mal yang telah disediakan terdiri dari potongan kertas karton yang telah berupa garis lurus, garis lengkung, bundar dan sebagainya. Kemudian poloa tersebut diletakkan diatas kain putih yang akan dilukis. Setelah selesai akan mendapatkan gambaran hasil dari pola tersebut. Menggunakan teknik ini biasanya untuk mendapatkan kain sasirangan yang seragam motifnya dalam jumlah banyak.

  1. Menjahit

Dengan mempergunakan jarum tangan yang telah diberi benang kain tersebut kemudian dijahit mengikuti garis – garis hasil lukisan. Setelah selesai dijahit maka benang – benang tersebut disisit atau ditarik sehingga tampak hasilnya berupa kain yang dijahit tersebut menjadi takarucut atau mengkerut.

  1. Memberi warna

Tahap selanjutnya yaitu memberi warna pada kain. Saat pemberian warba harus menggunakan sarung tangan, karena kain yang diberi warna tersebut tidak sekedar dicelupkan tetapi diremas – remas dan dibolak – balik beberapa kali sehingga warna yang diinginkan benar – benar merata pada kain. Proses ini bisa berlangsung selama 5 sampai 10 menit. Setelah diberi warna kemudian dijemur ditempat teduh.

  1. Melepaskan benang jahit

Apabila kain yang telah diberi warna sudah agak kering, selanjutnya benag – benang jahitan pad akain dilepas seluruhnya. Apabila terdapat bagian – bagian tertentu yang warnanya belum sempurna, maka secara hati – hati diberikan warna lagi yang diinginkan.

  1. Pengawetan warna

Selanjutnya pencelupan kedalam larutan pengawet warna selama beberapa menit tujuannya agar warna sasirangan tersebut awet.

  1. Cuci dan keringkan

Kain yang diberi larutan warna diberi warna kemudian dicuci dan dikeringkan. Proses pengeringan ini tidak kena sinar matahari secara langsung tetapi ditempat yang teduh.

  1. Setrika

Tahap terakhir adalah setrika agar kain sasirangan ini menjadi licin.

 

Source Proses Pembuatan Kain Batik Sasirangan Banjarmasin Rumah Sasirangan
Comments
Loading...