Motif Batik Suweg Dari Weleri Kabupaten Kendal Jawa Tengah

0 456

Kendal memiliki kain batik yang merupakan motif baru dalam dunia perbatikan nusantara. Suweg menjadi motif utama dalam pembuatan batik weleri tersebut. Motif ini didesain oleh shuniyya yang merupakan salah satu owner batik. Kembang suweg merupakan bunga yang menyerupai bunga bangkai tapi lebih kecil. Bunga ini tumbuh di pegunungan di Kecamatan Weleri dan sekitarnya yang merupakan kelanjutan dari Hutan Roban yang sangat legendaris tersebut. Kembang suweg hanya tumbuh sekali saja di akhir musim kemarau menjelang musim penghujan. Karena baunya yang kurang sedap dan tidak diketahui manfaatnya, oleh penduduk lokal, bunga ini seringkali dimusnahkan dengan cara ditebang dan dionggokkan begitu saja ditempatnya. Padahal mengandung potensi yang sangat besar sebagai khasanah bangsa Indonesia.

Batik ini juga memiliki kekhasan yang tidak dimiliki oleh batik yang lain, yakni pinggiran/ batas wironnya:

– Ujung lidah api bermakna “Dian nan tak kunjung padam”, atau semangat yang senantiasa menyala-nyala.

– Gambar hati, menunjukkan gambaran cinta dan kasih sayang

– Gambar elips dengan isen titik-titik tak terbatas dan juga belah ketupat dengan panah ke atas dan ke     bawah bermakna hubungan transendental antara hamba dengan TuhanNya yang tidak terbatas dan tidak   bisa diselusuri jejak-jejaknya dengan ranah mahkamah akal manusia yang maha terbatas.

Selain ciri khas diatas, adapun Ciri khas lain yang unik dari Batik ini ialah pewarnaan dasar yang dicelup dua kali. Pewarnaan pertama dengan celupan yang sangat muda/ pastel. setelah itu, kain diberi zat semi perintang warna untuk membatasi masuknya warna ke warna celupan pertama. Setelah itu dicelup dngan warna yang lebih cerah. Cara ini meninggalkan gradasi warna yang unik, bercak-bercak, tapi eksotik. Oleh penciptanya, yakni Bapak Asrofi, disebutkan sebagai “Wulu Kucng” atau bulu kucing karena jika dilihat sepintas sangat mirip dengan bulu kucing.

Source Motif Batik Suweg Dari Weleri Kabupaten Kendal Jawa Tengah Batikshuniyya's Blog
Comments
Loading...