3 Batik Termahal di Indonesia

0 148

3 Batik Termahal di Indonesia

Pada 2 Oktober 2009 silam, UNESCO atau yang diartikan sebagai Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan batik sebagai warisan dunia milik Indonesia. Sejak saat itu, tak peduli apa latar belakang masyarakat, semua bangga mengenakan batik. Batik juga menjadi ikon khas Indonesia dalam setiap perhelatan. Bahkan, di setiap perkantoran punya hari tersendiri kapan karyawan mereka wajib mengenakan kain yang bisa dipadupadankan dengan jenis pakaian apapun ini.

Sejarah batik di Indonesia erat kaitannya dengan perkembangan Kerajaan Majapahit dan penyebaran ajaran Islam di Pulau Jawa. Perkembangan batik banyak dilakukan di zaman Kesultanan Mataram, lalu berlanjut pada zaman Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Teknik batik sendiri telah diketahui lebih dari 1000 tahun lalu. Teknik batik kemudian meluas ke pelbagai negara di Afrika Barat seperti Nigeria, Kamerun, dan Mali serta di Asia seperti India, Sri Lanka, Bangladesh, Iran, Thailand, Malaysia dan Indonesia.

Hingga awal abad ke-20 batik yang dihasilkan merupakan batik tulis sementara cap baru dikenalkan setelah Perang Dunia I berakhir. Batik merupakan kain atau pakaian yang menjadi kebudayaan keluarga kerajaan di Indonesia zaman dahulu. Lama kelamaan batik ditiru oleh rakyat jelata dan meluas hingga membatik menjadi pekerjaan kaum wanita rumah tangga untuk mengisi waktu luang mereka.

Tahukah kamu jika kain batik itu gak hanya dijual ratusan ribu rupiah saja. Ada motif-motif khusus yang dibuat dan dibanderol harga cukup fantastis. Ada 3 batik yang mempunyai harga fantastik.

1. Batik tiga negeri

Jenis batik yang satu ini menunjukkan bahwa proses pembuatan menjadi poin penting. Tak ayal, per meter kain batik jenis ini dibanderol harga cukup mencengangkan, yakni diatas Rp 100 juta.

Dinamakan batik tiga negeri juga bukan tanpa alasan. Dinamakan demikian pasalnya proses pewarnaan kain batik ini dibuat di tiga daerah yakni warna merah di Lasem, warna biru di Pekalongan, dan warna coklat di Surakarta. Untuk motifnya sendiri perpaduan bunga, daun, dan isen khas batik.

Tak hanya proses pewarnaan yang rumit, tetapi juga perjuangan menempuh dari satu daerah ke daerah lain juga perlu diapresiasi. Pasalnya, saat itu transportasi masih sangat terbatas dan sulit. Wajar dong kalau sehelai kain batik ini dihargai dengan harga yang bikin geleng-geleng kepala.  

2. Batik corak Belanda

Batik ternyata juga berhasil memikat hati warga keturunan Belanda pada zaman penjajahan dulu. Mereka membuat sendiri motif batik yang digemari bangsa Eropa. Motifnya berupa bunga-bunga seperti tulip atau karakter dongeng terkenal disana.

Meski demikian, batik corak Belanda ini tetap diakui milik Indonesia. Pasalnya, wanita yang membatik jenis ini adalah keturunan Indonesia Eropa. Para keturunan campuran itu yang pertama kali menemukan warna kain batik dari pewarna sayuran. Gak heran kalau kain batik jenis ini dibanderol harga cukup mahal, karena nilai sejarahnya yang cukup kuat.

3. Batik halus Cirebon

Satu lagi batik khas Indonesia yang dibanderol harga cukup mahal. Satu lembar kain batik halus khas Cirebon ini dijual sekitar Rp 30 jutaan. Kalau bukan proses pembuatan, apalagi kira-kira yang menjadikan batik ini cukup mahal.

Jenis batik ini tidak melalui proses cap atau printing, melainkan ditulis dengan mengutamakan kualitas dan detail motif. Gak heran kan, untuk membuat batik ini diperlukan waktu selama satu tahun. Meski lama tetapi pembeli nya tetap berdatangan lho.

Source https://www.moneysmart.id/ https://www.moneysmart.id/fantastis-per-meter-kain-dibanderol-diatas-rp-100-juta-ini-3-batik-termahal-di-indonesia/
Comments
Loading...