100 Batik Indonesia Dipamerkan di Dunia Lewat “Batik For The World”

0 68

Proses panjang ditempuh untuk mengangkat kembali kekayaan, perkembangan dan sejarah Batik Indonesia kepada dunia. Salah satunya lewat “Batik For The World” yang resmi dibuka hari ini, Rabu (6/6/2018) waktu setempat di Hall Salle 1, kantor pusat UNESCO, Paris, Prancis. Kegiatan ini dibuka dengan pagelaran busana dari Oscar Lawalata, Edward Hutabarat, dan Denny Wirawan yang menuai decak kagum dari para undangan yang hadir.

Pagelaran busana ini ditampilkan di dalam gedung konferensi yang biasa digunakan untuk konferensi para anggota UNESCO dari seluruh dunia. Oscar sendiri membawa batik dari lima daerah di Jawa Timur, diantaranya Madura, Surabaya, Ponorogo, Trenggalek dan Tuban dalam tampilan koleksi ready to wear.

Untuk koleksi yang akan ditampilkan, Edward Hutabarat memboyong batik dari daerah pesisiran Mega Mendung dan Sawung Galing dengan memadukan motif garis yang menjadi identitasnya. Edward Hutabarat mempresentasikan batik dalam wedding gown, beach wear, resort look, dengan tampilan longgar dan ringan.

Sementara Denny Wirawan menghadirkan inspirasi koleksi terbaru dari kain Batik Kudus, warisan budaya dari pesisir Jawa Tengah yang berkembang sejalan dengan perkembangan kerajaan di Jawa. Permainan tabrak corak khas Denny Wirawan dengan kain batik Kudus yang menampilkan motif flora dan fauna nan elok dengan penuh warna ceria, dipadu denganembroidery akan menjadi inspirasi busana cocktail danevening wear.

Selain pagelaran busana yang membuka kegiatan Batik For The World ini, pengunjung juga dapat melihat pameran Batik Indonesia dari beragam daerah di Hall Miro dan Hall Segur, kantor pusat UNESCO, Paris. Sekitar 100 kain batik Indonesia yang dikurasikan bersama Yayasan Batik Indonesia (YBI), Rumah Pesona Kain, dan Oscar Lawalata Culture ini dipamerkan dalam keragaman kekuatan motif dari lawas sampai modern.

Comments
Loading...