1.100 Batik Dipamerkan di Hotel Tugu

0 59

1.100 Batik Dipamerkan di Hotel Tugu

Pameran batik digelar di Hotel Tugu, Kota Malang, Jawa Timur (Jatim). Acara dikemas dalam Comtemporary Batik and Silver Jewelry Exibit.

Setidaknya ada sekitar 1.100 lembar batik yang dipamerkan di aula Tirta Gangga. Selain batik, ada pula beragam jenis perhiasan dari segala model. Setidaknya ada sekitar 500 item perhiasan yang bisa dipilih. Sebagian besar menawarkan corak-corak yang tidak biasa.

Executive Manager Hotel Tugu Malang Crescentia Harividyanti mengungkapkan, pameran juga digelar sebagai bagian dari perayaan HUT Kota Malang ke-104. Perajin batik dan perhiasan yang dihadirkan tidak hanya berasal dari Malang.

Total ada 28 perajin batik dan 7 perajin perhiasan yang ambil bagian dalam pameran. “Ada yang dari Malang. Ada juga yang dari Bali, Jakarta, Jawa Tengah, hingga Jawa Barat,” ujar perempuan yang akrab disapa Kris itu.

Dari Malang sendiri ada delapan perajin batik dan satu desainer perhiasan. “Mulai dari Turen, Blimbing, Singosari dan Malang Selatan. Sebagian merupakan perajin rumahan yang belum banyak dikenal dan produksinya terbatas,” jelasnya.

Hal itu dipilih karena penyelenggara berharap semakin banyak perajin dari Malang yang dikenal. Apalagi Hotel Tugu memiliki tingkat kunjungan yang didominasi wisatawan asing.

“Sambutan dari tamu luar biasa. Oleh karena itu, terus kami selenggarakan setiap tahun. Ini tahun kedua belas. Selain peringatan HUT Kota Malang, juga sekaligus menyambut Hari Kartini,” paparnya.

Pameran akan digelar hingga tanggal 28 April mendatang. Pada gelaran tahun ini, penyelenggara memilih tema kontemporer. Tujuannya tidak lain untuk memikat kalangan anak muda agar tertarik pada batik. Sekaligus untuk menyampaikan pesan ke masyarakat bahwa Indonesia indah dan Malang itu cantik.

Menurut Kris, produk batik dan perhiasan Malang punya kualitas yang cukup baik. Mereka punya keindahan dan keunikan sendiri. Terlebih pilihan akan corak batik merupakan cita rasa personal.

“Saat ini terlihat, batik Malang sangat modern dan bisa dipakai semua usia. Coraknya dibanding batik Jogja atau Solo yang pakem beda sekali. Kelihatan kontemporernya,” terangnya.

Misalnya terlihat dari warna-warna mencolok. Serta munculnya karakter yang menjadi identitas Kota Malang seperti topeng. “Ini juga bentuk komitmen kami untuk pelestarian budaya. Ini salah satunya. Juga menguatkan branding Hotel Tugu sebagai hotel heritage,” tandasnya.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/jpg-today/19/04/2018/1100-batik-dipamerkan-di-hotel-tugu
Comments
Loading...