infobatik.id

Teknik Pewarnaan Batik Trusmi

0 12

Teknik Pewarnaan Batik Trusmi

Teknik pewarnaan pada batik tidaklah semudah melukis di atas media kanvas. Warna yang diinginkan dapat dengan mudah dihasilkan dan kalau warna tersebut tidak sesuai misalnya terlalu tua atau terlalu muda maka dengan mudah dapat diganti. Lain halnya dengan pewarnaan batik, harus mempunyai teknik tertentu untuk menghasilkan warna batik dengan motif tertentu. Selain itu feeling terhadap warna haruslah kuat karena warna batik dihasilkan dengan pencampuran zat kimia yang diproses air dengan suhu tertentu, pengelorodan atau perebusan batik dan pemanasan dengan cahaya matahari. Cukup rumit untuk pemula yang akan mempelajari batik, tapi jangan kuatir, semuanya akan diterangkan disini.

Pada proses pewarnaan Batik Trusmi mengenal dua jenis warna yang berasal dari produsennya, yaitu warna buatan Jerman yang umumya disebut dengan istilah obat sol dan warna buatan Jepang atau terkenal dengan obat Jawo dan napthol. Kedua warna ini menggunakan campuran air sebagai pengencernya.

Secara umum pewarnaan Batik Trusmi dibagi menjadi lima, batik sogan, batik biron, batik bangbiru, batik babarmas, dan batik tigo negerian.

Batik Sogan

Warna yang dihasilkan batik sogan adalah warna krem dan putih dengan corak berwarna hitam, sedangkan untuk isen-isen berwarna coklat.

Proses Pewarnaan

  1. Batik dengan motif yang sudah diberi isen-isen.
  2. Pemberian warna hitam dengan menggunakan zat kimia BO sebagai warna pertama dan garam biru yang ditambahakan dengan hitam.
  3. Penghilangan isen-isen yang akan diberi warna coklat dengan cara menggosokan cairan kustik yang dibilas dengan air sampai terlihat warna dasar kain putih.
  4. Penutupan warna dengan lilin.
  5. Pemberian warna coklat dengan menggunakan zat kimia SLB sebagai warna pertama dan biru BB, GG dan merah B sebagai warna kedua.
  6. Pelorodan atau perebusan batik.
  7. Penjemuran batik.

Babarmas

Warna babarmas sering digunakan untuk batik keratonan karena warna ini bercorak klasik. Babarmas mempunyai tiga unsur warna, krem sebagai dasarnya, hitam dan coklat sebagai coraknya.

Proses Pewarnaan :

  1. Batik dengan motif yang sudah diberi isen-isen dan tembokan.
  2. Pemberian warna hitam dengan obat apthul, dan BO yang dicampur dengan garam biru dan hitam.
  3. Pelorodan atau perebusan batik.
  4. Penutupan isen yang akan diberi warna putih
  5. Pemberian warna coklat dengan pencampuran warna SLB dan biru BB.
  6. Pelorodan atau perebusan batik.
  7. Penjemuran batik.

Biron

Warna biron diambil dari warna biru yang menjadi warna utama batik ini. Teknik pewarnaan biron paling sederhana dibanding dengan teknik lainnya karena hanya menggunakan satu kali proses pelorodan dan menghasilkan satu warna.

Proses pewarnaan :

  1. Batik dengan motif yang sudah diberi isen-isen.
  2. Pemberian warna obat napthol, obat AS yang dicampur dengan kostik dan air panas yang berfungsi sebagai pembangkit warna, serta zat kimia biru BB sebagai campuran warnanya.
  3. Penjemuran batik.

Bangbiru

Istilah ini diambil dari warna batik yang dominan warna merah atau abang dan biru.

Proses pewarnaan :

  1. Batik dengan motif yang sudah diberi isen-isen dan tembokan.
  2. Pemberian warna merah, dengan campuran zat kimia BO dan BS yang dicampur dengan merah B dan R sebagai obat kedua.
  3. Pelorodan atau perebusan batik.
  4. Penutupan warna merah dan warna yang akan direncanakan berwarna putih atau dikenal dengan proses ngabangi.
  5. Pemberian warna biru dengan zat kimia AS dab biru BB.
  6. Penjemuran batik.
Source Teknik Pewarnaan Batik Trusmi Batik

Leave A Reply

Your email address will not be published.