Perkembangan Batik Palembang

0 4

Perkembangan Batik Palembang

Perkembangan Batik Palembang telah menempuh sejarah yang panjang. Kerajinan batik telah berkembang sekitar kejayaan karajaan Majapahit. Sejumlah bangsawan Majapahit mengunjungi Palembang sambil membawa serta perajin-perajin batik.

Kerajinan batik asal Palembang, yang kini dikenal Palembangan, diilhami oleh keindahan kain songket Palembang. Sehingga, banyak motif batik Palembangan mirip dengan motif songket Palembang.

Motif Batik yang berkembang di Palembang antara lain : Jeperi, Bakung, Jukung, Babar Emas, Babar Kecubung, dan Daun Teh dikenal sebagai Motif Palembangan walaupun diproduksi oleh para pengusaha tekstil di Pekalongan.  Banyak yang tidak menyadarinya karena lebih mirip dengan  kain songket.

Warna Batik Palembangan didominasi merah dan emas. Diduga pilihan warna ini karena pengaruh kuat budaya Cina. Pada awalnya batik Palembang memang hanya digunakan secara khusus oleh para keluarga raja dan para orang kaya. Mereka berhubungan baik dengan para saudagar Cina.

Selain motif-motif itu ada juga sejumlah motif yang lain, yaitu:  sumping, bungo dadar, bungo delimo, bebek pulang sore, bungo pacik, bungo cino, bungo tanjungserta bungo kenango. Motif-motif ini dipercaya motif tradisional yang sekarang terlihat ‘antik’ dan unik. Hingga kini kayu cetakan kayunya masih dirawat oleh seorang kolektor batik antik.

Batik tulis ini menggunakan pewarna bahan alami buah rotan untuk warna merah, getah nangka untuk warna kuning, dan buah mengkudu untuk warna biru. Perkembangan Motif Batik Palembangan juga dipengaruhi kehidupan religus Islami. Pada masa kejayaan Kerajaan Palembang Batik Palembangan menggunakan beragam bentuk hewan atau bunga. Di antaranya adalah  Baku, Jukung, Babar Emas, Kerak motong, Lasem, Sisik Ikan, Gribik, Encim, dan Kembang Akung. Misalnya, Motif Simbur Tanduk Menjangan berwarna biru putih. Warna-warna lain juga dikembangkan di antaranya warna coklat, biru dan kuning emas.

Bangun geometri yang paling banyak dikembangkan sebagai ragam hias Batik Palembangan adalah segitiga, persegi, belah ketupat, segi enam dan segi delapan. Bangun-bangun ini disusun secara diagonal.

Source Perkembangan Batik Palembang Batik

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.