Kampung Batik Laweyan Gunakan Pewarna Alam

0 8

Pewarna Alam Untuk Mencegah Pencemaran

Batik Kampung Laweyan di Solo akan mulai mengembangkan green eco batik dalam produksinya. Industri batik rumahan yang selama ini menggunakan pewarna bahan kimia akan diganti dengan pewarna alam yang lebih ramah lingkungan agar tidak mencemari lingkungan.

Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan, Alpha Fabela Priyamono mengatakan, selain untuk mengurangi pencemaran lingkungan program tersebut sekaligus untuk mendukung Kota Solo menjadi Eco Cultural City atau kota budaya yang ramah lingkungan.

Penggunaan pewarna alam tidak seawet pewarna dari bahan kimia, biasanya cepat luntur dan kurang dimintai konsumen. Padahal, harga batik dengan pewarna alam lebih mahal dari batik yang menggunakan pewarnaan kimia.

Program green eco batik tersebut, kata dia, dilaksanakan melalui kerjasama dengan perguruan tinggi di Solo. Terutama untuk meneliti pewarna alam batik yang awet dan tidak mudah luntur. Green Eco Batik dirancang dalam tiga tahapan. Yakni untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya lingkungan. Tahapan pertama melalui gerakan penghijauan dengan budidaya hutan tanaman pewarna alam.

Tahapan ke dua, dilakukan penataan kawasan ramah lingkungan dengan cara mengolah limbah sedemikian rupa sehingga aman dibuang ke sungai. Salah seorang pengusaha batik di Kampung Batik Laweyan, Gunawan Nizar, mengungkapkan dalam beberapa tahun terakhir sudah ada sejumlah rumah industri di wilayahnya yang menggunakan pewarna alam dalam proses pewarnaan.

“Memang sebagian besar konsumen masih memilih batik dengan pewarna bahan kimia. Tapi batik dengan pewarna alam sudah memiliki pangsa tersendiri. Sekitar 80 persen untuk batik dengan pewarna kimia, sisanya adalah batik pewarna alam,” kata Gunawan.

Source Kampung Batik Laweyan Gunakan Pewarna Alam Batik

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.