infobatik.id

Batik Pesisir Madura yang Berwarna Mencolok dan Menantang

0 7

Batik Pesisir Madura yang Berwarna Mencolok dan Menantang

Batik Madura diproduksi merata di empat Kabupaten yakni Bangkalan, Sampang, Sumenep, dan Pamekasan. Kabupaten Bangkalan lebih banyak dikenal dengan Batik Tanjung Bumi sebagai nama satu desa di Bangkalan. Di Sampang dan Sumenep juga ada perajin batik meskipun tidak merata. Sedangkan di Pamekasan, ada sembilan dari 13 kecamatan yang menjadi sentra industri batik. Produksi Batik Madura berbeda jauh dengan produk batik di daerah Solo, Yogyakarta, dan daerah Jawa Tengah lainnya. Di daerah tersebut, motif batik memiliki karakter keteraturan, stagnan, dan dikembangkan berdasarkan rumus-rumus matematis. Di Pulau Madura, pembuatan batik berpegang erat atas Motif Batik Pesisir. Batik Pesisir ini memiliki karakter yang kuat, terutama pada pewarnaan dan motifnya yang eksploratif.

Batik Madura disebut dengan Batik Non Geometris yang memiliki motif yang jelas, warna tegas, norak, ekspresif, natural, dan mengandung unsur-unsur lingkungan flora ataupun fauna. Batik Pesisir Madura itu suka warna mencolok seperti merah pekat layaknya warna vihara. Motif Batik Madura beraliran non geometris, lebih bebas seperti gambar binatang, tanaman, hutan dan yang sejenisnya. Selain itu, batik pesisir Madura tidak terintervensi pola-pola atau maal. Pebatik lebih imajinatif dan mengikuti kepekaan jiwanya serta nalurinya. Dengan demikian, sulit ditemukan di Madura ada dua lembar kain batik yang memiliki kesamaan hasil meskipun motifnya sama.

Belakangan ini, perajin batik dari luar Madura banyak terpikat. Salah satu alasannya, karakter asli batik pesisir tidak hilang meskipun sudah dikolaborasi dengan motif-motif baru. “Kalau batik berwarna merah dengan kombinasi hijau dan kuning, bahkan hitam membuat saya semakin tertarik untuk memilikinya. Warna demikian sangat menantang dan anti mainstream,” kata Moh Ridwan, pecinta batik asal Pamekasan. Kadarisman Sastrodiwirdjo dalam bukunya The Heritage of Indonesia Pamekasan Membatik dijelaskan, batik pesisir di Madura di antaranya memiliki motif alam dan lingkungannya.

Seperti Motif Sesse’ (kulit ikan laut), ramok (akar), ketupat dan kembang pot. Ada pula yang tradisional seperti motif Tanahan Sekar Jagad, Tanahan Oleng (tanah berkelok), Tanah Mo’ramok (tanah berakar), Padi Kepak (gabah kosong), dan buah-buahan seperti pisang Bali. Motif-motif tersebut akan terus dikembangkan menjadi Batik Kontemporer yang dicampur dengan motif yang dibangun berdasarkan imajinasi dari perajinnya. Perkembangan batik semacam inilah yang kelak akan mengaburkan keaslian Motif Batik Pesisir Madura.

Source Batik Pesisir Madura yang Berwarna Mencolok dan Menantang Batik

Leave A Reply

Your email address will not be published.