Batik Kaganga yang Terancam Punah

0 13

Batik Kaganga yang Terancam Punah

Sebenarnya Batik Kaganga ini baru lahir pada dekade 1985 sampai 1990. Kelahirannya diwadahi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu yang  saat itu sedang menggalakan Batik Besurek. Batik Besurek merupakan kain batik khas Kota Bengkulu. Walaupun tergolong masih baru, namun Batik Kaganga mengambil motif yang berasal dari kehidupan masyarakat Suku Rejang. Batik Kaganga terinsiprasi dari aksara Kaganga yang merupakan aksara asli masyarakat Suku Rejang. Motif ini dipadukan dengan bunga Rafflesia Arnoldi yang banyak tumbuh di tanah Suku Rejang.

Awal mula Pemprov Bengkulu menggunakan akasara Kaganga dan Bunga Refflesia Arnoldi sebagai Motif Batik ini adalah karena ingin menghidupkan aksara tersebut serta lebih mempromosikan habitat Rafflesia Arnoldi. Ketika pertama lahir, masyarakat Suku Rejang begitu antusias. Bahkan kerap kali diadakan acara kecil peragaan busana Batik Kaganga yang dibuat oleh Pemkab Rejang Lebong untuk memperkenalkannya ke masyarakat Bengkulu.

Seiring berjalannya waktu, masyarakat Suku Rejang sudah banyak yang meninggalkan profesi sebagai perajin Batik Kaganga. Padahal Motif Batik Kaganga sendiri sangat sering digunakan oleh PNS dan pelajar di Kabupaten Rejang Lebong.

Para perajin Batik Kaganga tidak memiliki penerus. Salah satu koperasi yang membuat Batik Kaganga bernama Batik Tulis dan Cap Pei Kaganga. Saat ini, koperasi tersebut hanya menyisahkan tiga orang perajin, satu orang perajin batik cap dan dua orang batik tulis. Salah satu penyebab Batik Kaganga ditinggal para perajin adalah karena sudah menurunnya pamor batik itu. Peredarannya pun hanya di sekitaran Kabupaten Rejang Lebong. Penurunan minat terhadap Batik Kaganga ini disebabkan harga batik yang tergolong mahal dibandingkan batik lainnya.

Harga batik yang cukup ikonik ini dijual berkisar antara Rp 380 ribu hingga Rp 500 ribu untuk jenis batik tulis. Sedangkan untuk batik cap dijual dengan harga Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu.

Source Batik Kaganga yang Terancam Punah Batik

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.