Batik Jambi Gambarkan Ragam Hayati dari Sentral Sumatera

0 8

Ragam Hayati dari Sentral Sumatera

Batik Jambi juga dominan dengan warna merah dan biru gelap, sama persis dengan Motif Patola. Moti-motif lama itu ada bunga tapuk manggis, duren pecah, bunga tanjung, bunga duren, daun pinang, kepak lepas, merak ngeram, burung kuau, macam-macam. Ada juga bunga kangkung, cengkih, dan lain-lain.

Tema batik di Kabupaten Tebo dan Muara Bungo, banyak menggambarkan ragam satwa endemik seperti burung kuau (Argusianus argus) dan merak. Sementara daerah pinggiran sungai, seperti Sarolangun lebih dominan motif tumbuhan, seperti daun pakis dan pucuk rebung.

Semua di alam sekitar menjadi Motif Batik di Jambi. Kalau di Padang ada Alam Takambang jadi guru, di Jambi gitu juga. Belakangan, Motif Batik Sarolangun kian beragam, ada seluang (Rasbora-boraptensis), Kantong Semar (Nepenthes edwardsiana) Gunung Kembang dan Bukit Bulan.

Sekitar abad 18 budaya Jawa mulai masuk ke Jambi, mempengaruhi adat budaya terutama di wilayah pesisir pantai seperti Kuala Tungkal, dan daerah pinggiran sungai: Sarolangun dan Muara Bungo. Namun budaya Jawa tak mengubah Motif Batik Jambi. Sejak masuk ajaran Islam, motif hewan mulai ditinggalkan, batik Jambi cenderung menggambarkan dedaunan dan bunga.

Selain pengaruh Hindu dan Buddha, Batik Jambi juga terpengaruh Tionghoa, terbukti di sentra batik di Seberang Kota Jambi ada burung hong atau fenghuang, di Mesir dikenal sebagai phoenix. Era 90’an, Motif Batik Jambi mulai berkembang. Ada motif Sungai Batanghari, Daun Keladi, Bunga Kopi  dan Motif Angso Duo yang menjadi ikon Jambi kini.

Nurlaini, mengatakan, Batik Jambi punya 46 lebih motif, dan lebih dari 30 menggambarkan ragam hayati. Keunikan lain dari seni batik Jambi terletak pada kesederhanaan bentuk motif dan pewarnaan khas. Motif Batik Jambi tidak berangkai atau ceplok-ceplok. Lima belas tahun membatik membuat dia begitu terlatih. Batik dua puti, milik Nafisah menjadi satu sentra batik di Sebrang Kota Jambi,  yang terkenal dengan batik tulis dan warna alami.

Ragam hayati tak hanya menjadi obyek lukisan, tetapi sumber warna untuk menciptakan beda di setiap gambar seni batik. Beberapa jenis dedaunan dan kayu menjadi bahan utama pewarna alam.

Kayu secang, biasa untuk membuat warna kuning kemerahan. Kayu lambato untuk warna kuning, dan kayu ramelang untuk merah kecoklatan. Masyarakat juga menggunakan kayu nilo dan daun indigo untuk menciptakan warna biru.

Nafisah memanfaatkan tanaman di sekitar rumah untuk pewarnaan batik.  Dia pakai air dari kulit jengkol untuk membuat warna coklat. Untuk warna coklat tua, dia menggunakan air rendaman kayu bulian. Akar mengkudu, kayu rengas juga bisa untuk menciptakan warna merah tua. Dia juga pakai duan inai yang umum dipakai para pengantin untuk mewarnai tangan dan kuku mereka menjadi merah. Pada kain batik warna menjadi coklat muda. Warna coklat juga bisa dari buah pinang yang direbus. Warna kuning bisa dibuat dari kayu nangka. Warna hijau juga bisa didapatkan dari rendaman daun jambu biji. Perlu dua sampai dua hari untuk menciptakan warna alami.

Source Batik Jambi Gambarkan Ragam Hayati dari Sentral Sumatera Batik

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.